Embung dan Kanal Mengering, Musim Kemarau Susutkan 27 Sumber Air di Magetan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu kanal saluran irigasi yang mengering di Kecamatan Takeran Magetan. SP/MGT
Salah satu kanal saluran irigasi yang mengering di Kecamatan Takeran Magetan. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan mencatat sedikitnya 27 sumber air, mulai telaga, waduk, bendungan hingga embung, mengalami penyusutan debit dan volume air akibat musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga menekan ketersediaan air di wilayah Magetan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak sama di setiap lokasi. Sejumlah sumber air utama masih memiliki cadangan yang cukup, sementara beberapa embung kecil dan saluran irigasi dilaporkan telah mengalami kekeringan. Oleh karenanya, pihaknya masih memantau kondisi sejumlah sumber air yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat dan pertanian.

“Secara keseluruhan memang ada sekitar 27 sumber air yang mengalami penyusutan. Kondisinya bervariasi, ada yang masih memiliki air cukup dan ada juga beberapa yang sudah mengering,” ujar Yuli, Kamis (10/09/2026).

Sedangkan untuk dua sumber air besar yang mengalami penyusutan antara lain Telaga Pasir atau Telaga Sarangan serta Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol. Meski volume air berkurang cukup signifikan, DPUPR menilai kondisi keduanya masih relatif aman. Dan cadangan air di Telaga Sarangan dan Waduk Gonggang masih dapat menopang kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian dalam beberapa waktu ke depan.

Menghadapi kondisi tersebut, DPUPR Magetan melakukan langkah mitigasi dengan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur sumber daya air. Selain itu, rehabilitasi ringan dan perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk sumur, terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Pihaknya juga mengingatkan petani agar tidak memaksakan menanam padi di wilayah yang tidak memiliki jaminan pasokan air hingga masa panen. Penanaman padi, menurutnya, sebaiknya hanya dilakukan pada lahan yang memiliki sumber air memadai. “Kami mengimbau petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Jangan sampai menanam padi tetapi airnya tidak cukup sampai masa panen,” katanya.

Menurut dia, sawah yang masih memiliki akses terhadap sumur air tanah dalam atau berada di sekitar sumber air yang mencukupi masih memungkinkan untuk ditanami padi. Tanaman tersebut dinilai lebih sesuai untuk menghadapi kondisi kemarau karena kebutuhan airnya relatif lebih rendah dibandingkan padi. mg-01/dsy

Berita Terbaru

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…