Can Nun: Kekuasaan Jokowi Dilindungi Jaringan Luar Negeri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Emha Ainun Nadjib / Cak Nun
Emha Ainun Nadjib / Cak Nun

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Baru kali ini ada tokoh informal leader mengabarkan sosok penguasa yang mempengaruhi Jokowi. Sosok ini bukan Megawati. Budayawan, Cak Nun, menyebut sosok penguasa yang mengendalikan negara di atas kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah orang yang tidak pernah tampil di media massa.

Cak Nun yang namanya Emha Ainun Nadjib menduga sosok tersebut memegang peranan penting dalam pengambilan kebijakan dan mengubah konstelasi kebangsaan di Indonesia.

Namun, hingga sekarang ia belum mengetahui persis identitas sosok tersebut.

Cak Nun hanya menyebut bahwa sosok di atas kekuasaan Jokowi dan Megawati, itu tidak pernah muncul di media massa.

“Apakah Presiden Jokowi berkuasa? Tidak. Apakah Megawati berkuasa? Tidak. Apakah anak-anaknya Megawati berkuasa? Semakin tidak. Terus siapa yang sebenarnya berkuasa? Dia yang berkuasa tidak pernah muncul di media massa,” ungkap Cak Nun, lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Saeful Zaman, seperti dilihat pada Selasa (16/3/2021).

 

Jaringan Luar Negeri

Dalam tayangan video berjudul ‘Siapa di Belakang Jokowi dan Megawati yang Mengendalikan Mereka?’ tersebut, Cak Nun juga menyebut gejolak politik yang terjadi di Tanah Air dipengaruhi oleh jaringan di luar negeri.

Bahkan, kata Cak Nun, kelompok global tersebut menjadi salah satu pihak yang memegang kendali kekuasaan.

“Jadi nanti ada skala global internasional, terus nanti ada tajalinya yang agak regional nasional. Nah, mereka ini pokoknya kalau enggak Yahudi Timur, ya China Barat. Kira-kira seperti itu,” tuturnya.

Menurut Cak Nun, apabila benar Jokowi tidak berkuasa penuh maka sejumlah kebijakan yang dia putuskan bukan hanya bersumber dari dalam melainkan juga dari luar.

Namun, menurut Cak Nun, dirinya sekali lagi tak bisa memastikan siapa sosok tersebut. Akan tetapi, ia memastikan sosok itu merupakan pemilik modal dengan kekayaan berlimpah.

“Siapakah mereka ini? Pasti ada lah, para konselasi, para pemilik modal. Baik di tingkat internasional, regional, maupun nasional. Nah, lapisan-lapisan itu juga bertarung satu sama lain,” ujar Cak Nun.

 

Kasihan Jokowi dan Megawati

Mengutip Hops.id, Cak Nun dalam tayangan video itu juga menyampaikan bahwa apa yang masyarakat ketahui tentang Indonesia masih sangat terbatas.

Selama ini, menurutnya masyarakat mungkin mengira kekuasaan tertinggi dipegang oleh presiden. Namun, kenyataannya ada sosok lain yang lebih kuat di baliknya.

“Indonesia ini bukan hanya sekadar yang kamu sangka, ada segmen-segmen, ada level-level, ada kader-kader yang menjadi faktor berubahnya Indonesia. Jangan pikir Indonesia berlangsung seperti yang kalian skenariokan,” ucapnya.

Selain itu, Cak Nun juga merasa kasihan terhadap Presiden Jokowi dan Megawati sebab selama ini mereka berada di bawah tekanan berat. Sehingga, suara yang Jokowi maupun Mega sampaikan bukan menjadi satu-satunya keputusan mutlak.

“Anda jangan benci Jokowi, jangan benci Mega, atau jangan benci siapapun yang seakan-akan berkuasa. Anda harusnya merasa kasihan dengan mereka,” ujarnya. n erc/rmc

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…