Penumpang Kapal Pelni Naik 100 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penumpang saat membeli tiket di kantor Pelni Surabaya .SP/SAMMY MANTOLAS
Penumpang saat membeli tiket di kantor Pelni Surabaya .SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Memasuki tahun 2021, pelayanan penumpang di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Rata-rata jumlah penumpang kapal pelni saat ini sebanyak 300 orang.

Sebelumnya saat pandemi gelombang pertama di bulan Maret hingga Juli dan gelombang kedua di bulan Agustus hingga Desember, tren penumpang berada di angka rata-rata 150 orang.

"Rata-rata 300 orang. Malah awal-awal  sekitar 150 orang. Jadi kalau lihat trennya kenaikan selama pandemi dari 150 ke 300 artinya ada kenaikan 100 persen, Kalau dari angka pandemi, tapi kalau dibanding dengan angka sebelum pandemi jauh," kata Kepala Urusan Pelayanan Penumpang dan Barang kapal Penumpang dan Perintis, Mohamad Sholeh kepada Surabaya Pagi, Kamis (18/03/2021).

Sebelum pandemi covid-19, jumlah penumpang kapal Pelni bisa mencapai 1.500 orang hingga 3.000 orang. Namun setelah pandemi, jumlah angkut penumpang kapal dibatasi. Tujuannya adalah untuk menjaga jarak penumpang saat berada di dalam kapal.

"Cuma karena kita mengupayakan penerapan protokol kesehatan, ada pembatasan kapasitas (penumpang) hingga 50 persen," katanya

"Pelni maunya pelayanan, mencari penumpang sebanyak mungkin. Tetapi ada aturan sehingga prokes yang jadi utama, bukan mengutamakan banyaknya penumpang," ucapnya lagi 

Dari jumlah armada sendiri, kurang lebih ada sekitar 15 kapal Pelni yang masuk ke Surabaya. Kapal-kapal ini sebelumnya berhenti beroperasi mengangkut penumpang khususnya pada awal pandemi.

"Waktu pandemi pertama gak jalan (angkut penumpang, red) ada sekitar 3 bulanan," ujarnya

Kendati tidak mengangkut penumpang, kapal Pelni tetap beroperasi hanya domainnya  mengangkut barang dan logistik.

"Wilayah timur butuh logistik, kalau kapal gak ngangkut logistik sama sekali ya gak jalan ekonomi di sana," ucapnya.sem

Berita Terbaru

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di…