Pengrajin Bambu Tunanetra yang Mampu Raup Jutaan Rupiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Totok Yulianto yang sedang memotong bambu. SP/ KDR
Totok Yulianto yang sedang memotong bambu. SP/ KDR

i

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Totok Yulianto yang merupakan seorang tuna netra asal Desa Papar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri yang meski dalam keterbatasan namun ia tetap berkarya dengan berbagai kerajinan tangan kreasinya dari kayu bambu.

Keterbatasan tersebut ia ubah dengan talenta seni yang ia miliki. Dengan modal gergaji dan bamboo, iapun mampu menciptakan berbagai karya seni dengan pahatan indah dan menakjubkan.

Totok telah merintis usaha pahatannya berupa meja dan kursi dari bambu yang dijalani selama 10 tahun terakhir. Berbagai ujian hidup sudah pernah ia lewati, bahkan Totok mengaku pernah merasakan frustasi akibat sakit mata yang diderita sehingga sampai menyebabkan kehilangan mata alias buta yang kemudian ia harus merasakan depresi selama 2 tahun sejak tahun 2008 hingga 2010.

Selain mengalami kebutaan mata, saat itu dia mendapat ujian bertubi-tubi seperti kehilangan anak pertama dan ditinggal pergi oleh sang istri. Setelah Dua tahun menjalani hidup dalam kekecewaan dan kesedihan, Totok Yulianto kemudian berani mengambil keputusan yang cukup berat untuk bangkit.

Meski dalam keterbatasan, ia mempunyai keinginan buah hatinya tetap bisa bahagia, serta menempuh kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bermodal uang Rp 2 juta dari pemberian temannya, pria bergelar Sarjana Ekonomi tersebut memutuskan untuk membeli sejumlah limbah kayu dan bambu serta peralatan memahat. Dengan berbekal kecintaannya pada dunia seni, ia kemudian mencoba menyulap limbah tersebut menjadi kursi dan pigura.

“Memilih menggunakan bambu untuk dipahat dan dijadikan karya seni karena saat itu bambu barang yang mudah ditemui,” kata Totok, dikutip Jumat (26/3/2021).

Dalam proses produksi, Totok hanya mengandalkan indera perabanya, hal tersebut justru mampu membuat ukiran yang indah pada meja dan kursi karyanya. Kini hasil karya Totok Yulianto telah menyebar terjual ke berbagai daerah di Indonesia.

Harganya juga bervariasi mulai dari Rp. 1 juta hingga Rp. 5 juta, tergantung jenis dan tingkat kerumitan. Dan berkat hasil kerja keras dan ketekunannya itu, Totok mampu menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.

Menurut Totok ia hanya memakan waktu 3 minggu hingga 1 bulan untuk 1 set kursi bambu. Selain menghasilkan kursi bambu, Totok juga bisa memproduksi pigora, tempat sampah dan juga pahatan meja kayu.

“Cukup memakan waktu antara 3 minggu sampai 1 Bulan untuk mengerjakan kursi bambu dan meja kayu. Kalau tempat sampah dan pigora mungkin hanya sekitaran butuh waktu 2 minggu,” bebernya.

Selain mendatangkan keuntungan pribadi, berkat usahanya tersebut, Totok mampu memberdayakan dua orang tetangganya. Di samping itu, dirinya bersyukur, meski tidak dapat melihat indahnya dunia, namun Dia masih bisa membantu sesama. Dsy4

 

Berita Terbaru

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2029, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, telah mengusulkan…

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam mengantisipasi potensi di musim penghujan yang kerap melanda kedua wilayah rawan banjir, Pemerintah Kabupaten…

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Demi menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar pelatihan singkat berbasis penempatan industri.…

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menindaklanjuti adanya temuan sebanyak puluhan orang menderita influenza like illness (ILI), kini Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara investasi senilai Rp5 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak hanya berujung pada vonis terhadap dua t…

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mewaspadai adanya banjir rob di Kota Pahlawan menjelang fenomena Super New Moon sehingga pasang air laut maksimum akan…