Terkait Reklame Tak Berizin, Pemkot Malang Beri Waktu Sepekan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Monumen pesawat suhat di kota malang yang dipasang reklame. SP/PEMKOT MALANG
Monumen pesawat suhat di kota malang yang dipasang reklame. SP/PEMKOT MALANG

i

SURABAYAPAGI, Malang - Kota Malang digegerkan adanya papan reklame yang menempel di monumen pesawat Jalan Soekarno Hatta, dimana harusnya dilarang untuk dipasangi papan reklame. Meski kini telah ditutupi oleh kain, papan reklame tersebut masih terpampang jelas mengitari area taman yang menjadi ikon Jalan Soekarno Hatta.

Terkait izin reklame, Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP), Erik Setyo Santoso ST MT menuturkan, pihak yang bersangkutan hanya mengajukan saja. Perizinan belum diproses, namun pengerjaan sudah selesai. Pihaknya sudah menginformasikan kepada Satpol PP untuk dilihat lebih lanjut.

 “Ini tadi informasi dari Satpol PP, besok akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan dilihat prosesnya,” seru Erik Setyo Santoso, di Balaikota, kemarin.

Pihaknya tidak bisa memastikan, karena prosesnya memang panjang, diawali dengan perizinan dan regulasi Pemkot Malang.

“Proses perizinannya ada di Disnaker-PMPTSP. Tahapan perizinan di kami belum dilalui, masih pengajuan, masih periksa kelengkapan,” beber Erik, sapaan akrabnya.

Setelah mengetahui papan reklame ternyata belum memiliki izin, sikap tegas pun diambil oleh Pemerintah Kota Malang.  Kepala Pjs Sekda Kota Malang, Hadi Santoso mengancam akan melakukan pembongkaran terhadap reklame tersebut apabila si pemasang reklame tidak bisa menuntaskan izinnya dalam waktu sepekan.

"Saya berikan waktu satu minggu untuk selesaikan IMB. Kalau tidak, nanti pasti kita tindak, dengan bongkar itu. reklame," ucapnya,Kamis (8/4).

Pria yang akrab disapa Soni tersebut mengatakan, bahwa berkaitan dengan kasus ini pihaknya masih melakukan kajian berkaitan dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 27 Tahun 2015 pasal 38 menyebutkan, bahwa monumen pesawat yang berada di Jalan Soekarno Hatta dilarang untuk dipasangi papan reklame.

Sedangkan di Perda RDTRK Nomor 5 Tahun 2015 Kota Malang, Soni mengatakan, bahwa Monumen Pesawat di Suhat merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dua, yang artinya RTH bersyarat.

"RTH yang bersyarat, yaitu boleh digunakan maksimum 15 persen dari luasan monumen. Sehingga boleh digunakan untuk iklan, untuk reklame. Lah sekarang memang masih saya cari IMB nya prosesnya sampai seberapa, kalau belum ya sudah nanti dihentikan dulu," terangnya.

Soni mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Malang dan Disnaker-PMPTSP Kota Malang untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Pihaknya juga memerintahkan, agar menutup sementara papan reklame tersebut sampai selesainya terbit Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

"Saya minta supaya tidak dioperasionalkan dulu sampai nanti IMB-nya harus terbit. Kapan IMB terbit, saya beri batasan waktu satu minggu," pungkasnya

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji enggan memberikan banyak komentar. Karena iya kurang tahu adanya kejadian tersebut. Namun, Ia memastikan apabila reklame tersebut melanggar aturan, lebih baik dibongkar.

"Gak ada laporan ke saya. Saya baru tahu ini. Kalau itu melanggar semua aturan, ya bongkar," tandasnya. Rabu (7/4) lalu. na

Berita Terbaru

Indonesia Kuasai 80 Persen Pasien Asing, Industri Kesehatan Malaysia Panen dari Wisata Medis

Indonesia Kuasai 80 Persen Pasien Asing, Industri Kesehatan Malaysia Panen dari Wisata Medis

Kamis, 16 Jul 2026 20:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 20:01 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Fenomena warga Indonesia berobat ke luar negeri kian menguat, khususnya ke Malaysia. Selain faktor kepercayaan terhadap layanan k…

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kendati belum genap seminggu beroperasi namun program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo kembali bermasalah.  Ini …

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain…

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Kejaksaan Negeri Gresik bergeming menyikapi pledoi tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg yang…

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menampilkan dua inovasi unggulan di bidang distribusi tenaga listrik, yakni ASTROLT d…