Tak Hadir UTBK, Peserta Dianggap Gagal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Pusat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih saat meninjau pelaksanaan UTBK di kampus C Unair, Senin (12/4/2021). SP/DOC ANT
Ketua Pusat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih saat meninjau pelaksanaan UTBK di kampus C Unair, Senin (12/4/2021). SP/DOC ANT

i

SURABAYAPAGI,Surabaya – Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 mulai digelar Senin (12/4/2021) pagi.

Pelaksanaan ujian digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dan peserta yang gagal hadir dalam UTBK sesuai jadwal akan dinyatakan gugur.

Ketua Pusat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih mengatakan peserta yang tidak hadir pada Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dianggap gugur karena panitia tidak menyediakan sesi cadangan.

"Peserta akan gugur jika tidak hadir dalam UTBK dengan alasan apapun, termasuk Covid-19," kata Prof Nasih saat meninjau UTBK hari pertama di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin.

Namun, khusus peserta yang menderita Covid-19, akan mendapatkan pengembalian biaya pendaftaran.  Untuk itu, sebelum pelaksanaan UTBK, LTMPT telah menghimbau agar peserta untuk melakukan isolasi mandiri. 

"Sehingga memang jika tidak bisa hadir karena alasan Covid-19, kami tidak bisa mengakomodasi di sesi cadangan, tapi uang pendaftaran akan dikembalikan,"ujarnya.

Sesi cadangan ini pada tahun lalu digunakan untuk peserta yang tidak bisa mengikuti jadwal karena sakit ataupun hasil rapid testnya positif. 

Namun, karena banyaknya peminat UTBK pada tahun ini, maka sesi cadangan akhirnya digunakan sebagai sesi tambahan yang terjadwal.

"Kalau kami mengeluarkan sesi cadangan tambahan, maka kami harus menyiapkan soal lagi. Sedangkan soal sudah kami siapkan sebelumnya sesuai dengan jumlah sesi yang ada. Dan pastinya kualitas soalnya akan berbeda nantinya. Tidak mungkin kami memakai lagi soal yang sudah kami keluarkan," ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan UTBK secara nasional dikatakan Prof Nasih belum ada laporan berarti. Meskipun ada universitas yang server-nya sempat belum siap, dan gardu PLN meledak, namun panitia pusat UTBK berhasil menanganinya.

Ia menegaskan antisipasi panitia dalam menyiapkan soal ujian. Menurutnya ada kemungkinan soal sama saat pertama kali dibuka, namun ia memasyikan soal lanjutan berbeda. "Soal bisa dibuka satu jam sebelum ujian, sehingga kesempatan dan peluang bocor sangat sedikit," katanya.

Sehingga misalkan di media sosial terdapat klaim bocoran soal, bisa dipastikan bukan soal UTBK. Bisa merupakan soal yang sudah dimodifikasi hingga mirip dengan soal UTBK. "Kami ingin menekankan ke pengawas juga akan larangan penyalinan soal. Meskipun tidak keluar lagi di ujian selanjutnya, pastinya akan membuat gaduh di medsos," katanya.

Selain itu, Unair juga menerapkan sampling rapid test di semua lokasi ujian di kampus. Dan hsilnya semua sampling non-reaktif bahkan ada beberapa peserta yang sudah membawa surat rapid test. 

"Di tiap lokasi kami ambil 10 peserta untuk dirapid, dan nanti akan kami evaluasi. Kalau hasilnya bagus mungkin akan kami turunkan jumlah samplingnya," ucapnya.

Sampling test ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran peserta akan menjaga kesehatannya sebelum ujian.tn/tr/cr2/na

Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Pola Makan Sehat Lewat B2SA di Sekolah

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Pola Makan Sehat Lewat B2SA di Sekolah

Rabu, 29 Apr 2026 14:26 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat edukasi pola makan sehat sejak dini kepada pelajar melalui program B2SA (Beragam,…

Mulai Banyak Diminati, 73 Sapi Sudah Terdaftar di Layanan Kurban RPH Surabaya

Mulai Banyak Diminati, 73 Sapi Sudah Terdaftar di Layanan Kurban RPH Surabaya

Rabu, 29 Apr 2026 14:07 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga saat ini, layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya mulai diminati menjelang Hari Raya Idul…

Pasca Ojol Kini Sopir Truk di Surabaya Ikut Demo, Rekayasa Arus Lalin Mulai Disiagakan

Pasca Ojol Kini Sopir Truk di Surabaya Ikut Demo, Rekayasa Arus Lalin Mulai Disiagakan

Rabu, 29 Apr 2026 14:01 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca demo sejumlah ojek online (ojol) kemarin, kini giliran sopir truk yang menggelar aksi demonya dengan memadati kawasan…

Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir

Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir

Rabu, 29 Apr 2026 13:47 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dilanda hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah titik di wilayah Kota Malang, Jawa Timur. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan…

Gunakan Program Inpres, Pemkab Tulungagung Usulkan Perbaikan Tiga Ruas Jalan Sekitar 60 Kilometer

Gunakan Program Inpres, Pemkab Tulungagung Usulkan Perbaikan Tiga Ruas Jalan Sekitar 60 Kilometer

Rabu, 29 Apr 2026 13:41 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2026 dengan total anggaran sekitar Rp91 miliar, Pemerintah Kabupaten…

Pembangunan Fisik Tersendat, Lelang Proyek Sepi Peminat  ‎

Pembangunan Fisik Tersendat, Lelang Proyek Sepi Peminat ‎

Rabu, 29 Apr 2026 13:25 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Sejumlah proyek pembangunan fisik di Kabupaten Madiun tersendat setelah beberapa kali proses lelang gagal akibat minimnya p…