'Makan' Pekarangan Warga, Proyek Pelebaran Jalan Diprotes

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelebaran jalan di Dusun Nglempung dan Dusun Cerme  Gamping yang diprotes warga.
Pelebaran jalan di Dusun Nglempung dan Dusun Cerme  Gamping yang diprotes warga.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Kepala Desa di Tulungagung diprotes puluhan warga Dusun Nglempung dan Dusun Cerme desa Gamping Tulungagung. Protes dilakukan lantaran pemdes setempat melakukan pelebaran jalan yang dinilai menggasak sebagian pekarangan warga, teras rumah dan lokasi kerajinan batu.

“Kita itu tidak melawan pemerintah, juga tidak ada niatan membangkang. Tapi kita hanya meminta pelebaran tidak mengenai pekarangan warga, teras rumah, dan kerajinan tetap jalan,” jelas Purnomo, tokoh desa setempat, Senin (12/4/2021).

Menurut warga, pembangunan pada dasarnya bisa dilaksanakan tapi jangan sampai memakan pekarangan warga. Selain itu, pelebaran jalan tersebut juga mengakibatkan sebagian pengrajin batu memindahkan barang-barangnya, dan ini memakan waktu lama.

“Ini infonya lebar jalan 3 meter, bahu jalannya 3,5 meter pada masing-masing sisi, dan kita tidak berniat membangkang,” ulangnya.

Jalan tersebut berstatus jalan penghubung lintas desa, yaitu Desa Campurdarat, Gamping dan Gedangan, yang tembus sampai Jembatan Niyama. Namun di sepanjang jalan tersebut juga banyak usaha kerajinan batu.

“Ini karena peleberan jalan warga juga diminta memindahkan barang-barangnya, padahal ini menjadi pekerjaan kami. Kita tidak melarang pembangunan, tapi kami berharap pekarangan warga juga tidak kena,” pungkasnya.

Kepala Desa Gamping Suyono menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi bersama pihak PJT mengenai rencana pemavingan jalan tersebut.

“Ini rencananya jalan paving 3 meter, masing-masing bahu 3,5 meter untuk pariwisata kecil-kecilan ada tanamannya yang pendek-pendek, rencananya begitu,” paparnya.

Namun akibat protes warga tersebut pihaknya juga masih belum mengambil langkah pasti, apakah pembangunan akan dilanjutkan atau tidak. Namun secara prosedural proses yang dilalui oleh pihaknya sudah sesuai aturan.

“Dulu waktu ada rapat, warga setuju, ada juga BPD yang hadir, ada warga yang malah senang atas pelebaran jalan tersebut. Intinya kita sudah sesuai dengan prosedural,” terangnya.

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…