Sulap Pipa Paralon Jadi Lampu Hias Bernilai Jual Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Nur Arifin yang sedang mengerjakan pesanan lampu hias. SP/ TLG
Muhammad Nur Arifin yang sedang mengerjakan pesanan lampu hias. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Muhammad Nur Arifin mampu mengubah pipa paralon berbahan dasar polyvinyl chloride (PVC) lampu hias yang unik dan cantik. Dengan adanya lampu hias tersebut membuat ruangan menjadi lebih dekoratif dan menarik.

Sebanyak tiga hingga empat buah lampu hias dari pipa paralon, mulai dari lampu, kabel hingga dudukan lampu hias tersebut mampu Arifin selesaikan dalam waktu sehari. Dengan catatan, semua bahan tersedia semua.  "Namun untuk kini produksi tidak banyak. Karena saya harus menyelesaikan pekerjaan utama saya, yakni menjahit," terangnya, dikutip Senin (19/4/2021).

Arifin mulai menggelutinya lampu hias paralon tersebut sejak pertengahan 2020 lalu. Menurutnya prospek usaha kreatif tersebut menjanjikan. Sehingga, dia mencoba mempelajarinya secara otodidak. Tepatnya setelah ia pulang merantau dari Bali. Ketika itu, ia melihat pemanfaatan paralon bekas dari media sosial (medsos).  "Hasilnya tidak mengecewakan. Lantas saya buat dengan jumlah banyak sebagai display dan alhamdulillah laku," katanya.

Sedangkan dalam proses pembuatan, menurut Arifin tidak ada kesulitan. Cukup sederhana yaitu harus memiliki jiwa seni agar gambar atau desain lampu tampak proporsional komposisinya. Dan karena memang saat membuat lampu hias paralon ini tidak membutuhkan keahlian khusus. "Harganya Rp 50-80 ribu per lampu. Itu tergantung ukuran dan kerumitan desain," tuturnya.

Mengenai pemasarannya Arifin memperkenalkan produknya tersebut melalui media sosial (medsos) karena memiliki jangkauan lebih luas dan pemasaran konvensional seperti menawarkan langsung dari keluarga, teman bahkan tetangganya. Karena bisnis lampu paralon ini belum terlalu popular sehingga pasar lampu hias dari paralon ini belum terbuka luas.

"Sebenarnya juga ingin ikut pameran agar produk saya ini bisa dikenal. Tapi kegiatan mengundang banyak massa seperti itukan masih dilarang karena Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. Jadi sabar dulu," katanya.

Meski banyak yang menekuni usaha kreatif ini, Arifin mengaku, tidak takut bersaing. Kata dia, selama ini berupaya menjaga kualitas produknya dengan pengerjaan yang rapi. Sehingga nantinya lampu tersebut bukan berfungsi sebagai lampu tidur saja, namun juga dapat menunjang dekorasi rumah.  "Dikit-sedikit bisa tambah ekonomi. Terlebih karena pandemi ini, dampaknya cukup luar biasa. Hingga kami harus memutuskan pulang merantau," tandasnya. Dsy5

 

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …