Akses Masuk Situs Kumitir Diblokade Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tampak pagar bambu yang dibuat warga untuk menutupi akses masuk Situs Kumitir.
Tampak pagar bambu yang dibuat warga untuk menutupi akses masuk Situs Kumitir.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - akses jalan menuju Situs Kumitir tepatnya di tempat pemakaman umum Dusun Bendo, kecamatan Jatirejo Mojokerto ditutup warga.

Jalan masuk diblokade warga menggunakan pagar bambu dan batu bata persis di depan makam Dusun Bendi yang merupakan akses masuk menuju Situs Kumitir.

Selain pagar bambu, nampak plakat bertuliskan ‘Selain peziarah dilarang masuk’ yang dipasang warga setempat.

Pemblokiran akses masuk menuju Situs Kumitir itu dipicu kerusakan makam yang diakibatkan adanya pengunjung maupun aktivitas di sekitar Situs Kumitir.

Sehingga, ahli waris maupun warga setempat tidak terima dan mereka pun sepakat membatasi akses masuk supaya tidak terjadi kerusakan makam.

Berdasarkan keterangan warga setempat penutup akses masuk ke Situs Kumitir karena banyak orang (Pengunjung) maupun petugas purbakala sempat melewati tengah makam sehingga merusak batu nisan.

Bukan hanya petugas akhirnya semuanya pengunjung yang lihat Situs Kumitir ikut melewati tengah makam.

"Pegawainya purbakala sebagian mereka taat patuh lewat samping namun ada yang lewat tengah makam karena terlalu lama, akhirnya merusak batu nisan roboh di makam," ungkap NR (51) warga setempat, Senin (19/4/2021).

Dia mengatakan warga kampung dan ahli waris tidak berkenan makam keluarganya diinjak-injak dan dirusak. Meski akses masuk melalui makam sudah diblokir namun masih ada saja orang yang bandel menerobos loncat menaiki pagar.

"Orang kampung ngamuk-ngamuk akhirnya itu ditutup total pokoknya tidak boleh masuk ke area makam," jelasnya.

Sebenarnya warga setempat tidak mempermasalahkan akses masuk menuju Situs Kumitir melalui makam. Asalkan orang masuk tidak melewati tengah makam namum lewat samping jalan setapak ke Situs Kumitir.

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi  Nugroho membenarkan terkait adanya penutup akses menuju Situs Kumitir di pemakaman umum Dusun Bendo. Sedangkan pemblokiran akses masuk melalui makam Bendo ini tidak akan menganggu ekskavasi lanjutan.

"Iya biar pengunjung gak lewat makam kan ada jalan lain, situs Kumitir dapat banyak pengunjung padahal belum siap jadi objek wisata," tuturnya.

Dia juga menampik adanya petugas purbakala yang melewati tengah makam saat aktivitas ekskavasi di Situs Kumitir. Ia juga ingin mengetahui nama warga yang menyebutkan adanya petugas purbakala masuk melalui tengah makam.

"Sebut namanya biar bisa saya klarifikasi ke orangnya langsung, siapa namanya biar saya minta pak kepala desa menanyakan ke orangnya," terangnya.

Pihaknya meminta adanya klarifikasi agar yang bersangkutan dapat menunjukkan bagian makam yang dirusak. Sehingga, apabila ada kerusakan pihaknya akan bertanggung jawab.

"Kalau yang merusak itu petugas BPCB saya akan tanyakan ke tim, saya yang bertanggung jawab terhadap tim saya. Kalau ada tim saya yang sudah merusak, saya harus tegur tim saya kan untuk evaluasi saya dan harus dibetulkan nisan yang sudah dirusak oleh tim saya," bebernya.

Berita Terbaru

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT MDS retailing tbk grup resmi menghadirkan Mu+ku, zes, dan suko di Tunjungan plaza 3 dengan konsep yang unik. Serta setiap…