Industri Baja Jadi Sektor High Resilience di Pasar Domestik dan Ekspor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Produksi baja semakin meningkat baik di pasar domestik maupun ekspor. SP/ JKT
Produksi baja semakin meningkat baik di pasar domestik maupun ekspor. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sektor industri logam dasar dapat tumbuh sebesar 3,54 persen pada 2021. Hal ini menunjukkan kebutuhan baja dinilai semakin meningkat di musim pandemi Covid-19, baik di pasar domestik maupun ekspor seiring membaiknya perekonomian dunia termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Al Remeithi, Ketua Komite Ekonomi baja dunia pada laman resmi Asosiasi Baja Dunia mengatakan, ada stabilisasi kemajuan terhadap vaksinasi, sehingga memungkinkan kembalinya normalitas secara bertahap di negara-negara pengguna baja.

“Terlepas dari dampak pandemi yang menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian, industri baja global cukup beruntung untuk mengakhiri tahun 2020 dengan hanya sedikit kontraksi dalam permintaan baja,” katanya, Rabu (21/4/2021).

Selain itu, diperlukan instrumen yang mampu memacu daya saing produk nasional sekaligus menjaga kesehatan serta keselamatan konsumen dan lingkungan, termasuk di sektor industri logam. Dengan fokus utamanya yakni bagi beberapa produk yang berkaitan dengan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3L).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi menyampaikan, nilai impor untuk HS produk SNI wajib tahun 2020 sebesar Rp 102 triliun. Angka itu menurun dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 133 triliun. 

“Meskipun nilai impornya menurun, saat ini terdapat 147 kode HS yang tersebar pada 28 SNI wajib sektor logam,” katanya. Maka diperlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mendukung pertumbuhan industri baja nasional. 

“Sehingga tidak ada celah lagi membanjirnya produk-produk impor yang tidak berkualitas ke pasar dalam negeri,” ujar Doddy. Lebih lanjut, penerapan SNI wajib pada produk logam juga bertujuan merealisasikan target substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022. 

“Pembatasan impor terutama bagi produk yang sudah dapat diproduksi oleh industri dalam negeri perlu diperkuat,” tuturnya.

Diharapkan ke depan, perubahan struktural pasca pandemi akan membawa perubahan bentuk permintaan baja. Industri baja akan melihat peluang menarik dari perkembangan pesat melalui digitalisasi dan otomatisasi, inisiatif infrastruktur, reorganisasi pusat kota, dan transformasi energi. Dsy15

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…