SURABAYAPAGI, Ponorogo - Tradisi silaturahmi dalam peringatan hari raya Idul Fitri 1442 H sudah mendarah daging di Indonesia, Perayaan lebaran pada tahun ini masih dilanda pandemi, maka dari itu Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mempunyai syarat yang harus dilakukan masyarakat saat silaturahmi yaitu harus tetap patuh pada protokol kesehatan.
"Tetap boleh tapi prokes ketat, tidak boleh jabat tangan. Jadi say hello saja," kata Sugiri.
Sugiri juga meminta agar silaturahmi tersebut harus memperhitungkan waktu agar tidak terlalu lama.
"Jangan jagongan (ngobrol) lama-lama," lanjutnya.
Kebijakan ini diambil Sugiri agar suasana Idul Fitri tetap terasa namun angka penularan Covid-19 tetap bisa ditekan.
Sugiri sendiri meminta masyarakat Ponorogo yang berada di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu.
Hal tersebut sesuai intruksi pemerintah pusat yang melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.
"Yang patuh (tidak mudik) alhamdulillah, tapi jika tetap ada yang tidak patuh, bobol, tetap kita kelola mencarikan solusinya," kata Sugiri.
Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo sendiri akan mendirikan posko penyekatan di dua tempat.
Yaitu di Kecamatan Sawoo perbatasan dengan Trenggalek lalu di Kecamatan Badegan perbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah.
Di dua perbatasan tersebut, rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas GeNose untuk melakukan skrining awal pada masyarakat yang nekat mudik.tn/na
Editor : Mariana Setiawati