Ruislag Tanah Ganjaran Jeruk Disoal Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna. SP/Al Qomar
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna. SP/Al Qomar

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Warga Jeruk, Kelurahan Jeruk,  Kecamatan Lakarsantri menuntut Pemkot Surabaya untuk membeber proses terjadinya ruislag (tukar guling) tanah ganjaran Jeruk seluas 79.000 meter persegi  antara pemkot dengan PT Pakuwon. Ini lantaran warga merasa tak pernah dilibatkan atau diajak rembukan dalam ruislag tersebut.

"Kita tahu tanah ganjaran Jeruk itu sudah lepas ke PT Pakuwon dari petani.  Bahkan, tanah tersebut sudah dipatoki, " ujar warga Jeruk, Indra Kusuma, Senin (26/4).

Kenapa kasus ini diadukan ke Komisi A DPRD Surabaya? Indra yang juga ketua Karang Taruna Kelurahan Jeruk,  menuturkan, karena selama 12 tahun ini kasus tersebut menjadi fitnah di kampung Jeruk, bahwa  tanah ganjaran tersebut dijual oleh pengurus lama."Makanya, kita ingin tahu proses awal siapa yang mengajukan," ungkap dia.

Indra menjelaskan, target warga Jeruk bukan CSR dulu.  Itu (CSR) bisa dibicarakan kalau memang sudah klir.

"Jadi, tujuan awal kita ini ingin tahu siapa yang mengajukan ruislag, karena warga  tak dilibatkan sama sekali. Ya, kami menduga dalam ruislag ini ada rekayasa,"tandas dia.

Lebih jauh, dia menuturkan, saat rapat dengar pendapat pertama PT Pakuwon disuruh membawa legal data mulai dari permohonan awal  sampai keluarnya surat keputusan (SK).

"Sekali lagi, kami ingin tahu siapa yang mengajukan ruislag. Jangan kan warga, pengurus kampung juga tidak tahu adanya proses ruislag tersebut. Selain itu, atas dasar apa PT Pakuwon ingin memiliki tanah ganjaran Jeruk itu," tanya dia.

Hal senada diungkapkan warga Jeruk lainnya, Tarno.  Dia menegaskan, jika tanah ganjaran Jeruk itu merupakan hasil babat alas atau jerih payah nenek moyang warga Jeruk.

"Makanya, warga kaget dan bertanya-tanya apa pelepasan tanah ganjaran itu ada permintaan dari lurah dan warga. Karena warga  tak meyakini  tanah ganjaran itu sudah lepas ke Pakuwon. Padahal, di wilayah lain kok tidak dilepas. Ini ada kesan tebang pilih, " tegas dia.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menuturkan, pada 2008 silam ada ruislag tanah ganjaran  antara Pemkot Surabaya  dengan pengusaha. 

Bahkan, tanah ganjaran tersebut sudah dipansuskan dan segala macam  dan diputuskan pada rapat paripurna di era Wali Kota Bambang DH.

Yang dipertanyakan warga, lanjut Ayu pada saat ruislag Citraland yang berselang 4-6 bulan berbeda dengan PT Pakuwon dalam hal ini  PT Artistan yang mana dalam aturan tak ada lagi persetujuan dari warga.

"Citraland mungkin membayar seharusnya  Rp 6  miliar misalnya, tapi hanya diberikan Rp 4 miliar. Sisanya yang Rp 2 miliar mungkin untuk warga. Tapi di Pakuwon ternyata tidak, " tutur dia.

Politisi perempuan Partai Golkar Surabaya ini menerangkan, tanah hasil ruislag itu masih berupa tanah sawah dan  lapangan sepak bola. Artinya, di sana belum ada pembangunan. Sementara warga sendiri belum tahu  jika tanah ganjaran Jeruk sudah diruislag oleh Pemkot Surabaya.

Berdasarkan aturan, ruislag tanah ganjaran Jeruk itu sudah tak ada masalah. Karena sudah ada persetujuan DPRD Kota Surabaya dan sudah diparipurnakan.

"Yang dipersoalkan  warga bukan itu. Warga tidak mendapat  dampak dari ruislag tersebut. Karena itu,  Komisi A akan membantu dan mengetuk hati pengusaha  agar mereka bisa memberikan tali asih. Itupun enggak bisa memaksa, " tutur dia.

Ayu mengaku, jika warga menuntut lewat pengadilan itu sudah ranah hukum, bukan ranahnya Komisi A DPRD Surabaya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michael menambahkan, secara formil ruislag tanah ganjaran Jeruk itu sudah melalui semua tahapan dan tidak diperlukan rembuk desa.

"Cuma persoalannya sikap developer yang tidak sama. Yang satu kulonuwun, yang satu arogan. Apalagi tanah tersebut  memiliki keterikatan terhadap warga. Jadi, ini hanya tanggung jawab moril dari developer. Sedangkan tanggung jawab Pemkot untuk menyelesaikan  konflik yang terjadi  diantara warga," pungkas dia. Alq

Berita Terbaru

HUT 25 Tahun Demokrat, Sri Wahyuni Perkuat Gagasan AHY soal Ekonomi Naik Kelas

HUT 25 Tahun Demokrat, Sri Wahyuni Perkuat Gagasan AHY soal Ekonomi Naik Kelas

Rabu, 09 Sep 2026 14:11 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Gagasan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang “Ekonomi Naik Kelas” mendapat penguatan dari Wakil Ketua …

Dorong Tabungan Digital Warga, Pemkab Jombang Luncurkan Smart Card Beresin Sampah

Dorong Tabungan Digital Warga, Pemkab Jombang Luncurkan Smart Card Beresin Sampah

Rabu, 09 Sep 2026 14:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai langkah modernisasi pengelolaan limbah rumah tangga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang meluncurkan inovasi Smart Card…

Warga Lumajang Diimbau Patuhi Zona Bahaya Gunung Semeru Level III Siaga

Warga Lumajang Diimbau Patuhi Zona Bahaya Gunung Semeru Level III Siaga

Rabu, 09 Sep 2026 13:46 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menyikapi aktivitas Gunung Semeru yang masih berstatus Level III (Siaga), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten…

Perkuat Spiritualitas Generasi Muda, Pemkab Beri Insentif Ratusan Guru Rohani Lintas Agama Rp700 Ribu

Perkuat Spiritualitas Generasi Muda, Pemkab Beri Insentif Ratusan Guru Rohani Lintas Agama Rp700 Ribu

Rabu, 09 Sep 2026 13:14 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai upaya dukungan untuk memperkuat pendidikan karakter serta spiritualitas kalangan generasi muda setempat, Pemerintah…

Banyak Gunung Erupsi, Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Pemprov Peta-kan Prioritas Bencana

Banyak Gunung Erupsi, Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Pemprov Peta-kan Prioritas Bencana

Rabu, 09 Sep 2026 13:08 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan skenario penanganan multi-bencana menyusul …

Gencarkan Pemeriksaan di Puskesmas, Dinkes Malang Kejar Target Capaian CKG

Gencarkan Pemeriksaan di Puskesmas, Dinkes Malang Kejar Target Capaian CKG

Rabu, 09 Sep 2026 13:06 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai salah satu langkah strategis untuk mengejar target 46 persen capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode 2026, Dinas…