Larangan Mudik, Sopir Travel Curhat Bingung Nafkai Keluarga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sopir travel Surabaya kesukitan nafkai keluarga ketika larangan mudik berlangsung. SP/ Sem
Sopir travel Surabaya kesukitan nafkai keluarga ketika larangan mudik berlangsung. SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Larangan mudik Lebaran yang akan mulai berlaku pada Kamis (6/5/2021) besok hingga 17 Mei mendatang, menjadi hari kesialan tersendiri bagi para sopir travel.

Musababnya, para sopir travel terpaksa harus berhenti beroperasi mengangkut penumpang akibat adanya larangan tersebut.

Larangan mudik Lebaran tahun 2021, diatur dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

"Sekarang mudik dilarang, penumpang gak ada. Terus kami ini dapat uang dari mana, kasih makan anak, istri di rumah pakai apa? Pakai vaksin pemerintah?" kata Peni salah satu sopir travel saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (5/5/2021).

Peni sendiri mengaku mempunyai 5 orang anak. Tiga diantaranya saat ini tengah bersekolah baik SMA, SMP maupun SD. Sementara sisanya kini tengah bersiap untuk masuk ke taman kanak-kanak.

"Biasanya hari Lebaran seperti ini, itu ladang kami cari uang. Karena pasti banyak penumpang. Sekarang kalau gak ada pemasukan, sekolah anak-anak siapa yang tanggung," keluhnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kata Peni, penjagaan petugas sangat ketat. Bahkan jalan tikus yang biasanya dilewati olehnya bila mengantar penumpang ke luar kota pun ikut dijaga.

"Barusan ada penumpang yang tanya, bisa ngantar ke Solo tanggal 9 gak. Ini kalau yang kayak gini mau jawab apa saya. Jawab iya, kena sanksi, jawab tidak, gak ada pemasukan," ucapnya.

Belum lagi sanksi bagi travel yang nekat mengantar penumpang selama masa peniadaan mudik berlangsung. Aturan tersebut tertuang dalam pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

"Mobil pribadi yang mengangkut penumpang atau travel gelap akan dikenakan sanksi kurungan penjara dua bulan atau denda Rp 500.000," verbatim bunyi pasal 308.

Sama halnya dengan Peni, sopir travel lainnya seperti Sugeng pun mengaku serupa. Ia bahkan meminta kepada pemerintah bila ingin membuat kebijakan harus berasaskan keadilan. 

"Mudik di larang, gak penumpang. Yang susahkan kami (sopir travel). Benar aturan itu untuk atasi corona, tapi Mall disuruh buka, wisata disuruh buka. Ya sama saja bohong, gak adil namanya itu," tukas Sugeng.

Ia pun meminta bila ingin melarang mudik, para sopir baik travel maupun supir angkutan lainnya diberikan jaminan atau insentif selama masa larangan mudik itu berlangsung.

"Kalau ada bantuan atau ganti rugi dari pemerintah ya kami oke-oke saja. Tapi ini gak ada. Terus mau makan apa kami," ucapnya lagi. Sem

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…