Pemprov jatim dan GDTC Maroko Teken 7 MoU Pembangunan Rp8,5 T

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 09 Mei 2021 15:06 WIB

Pemprov jatim dan GDTC Maroko Teken 7 MoU Pembangunan Rp8,5 T

i

Chairman Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Pemprov Jatim. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebagai bentuk dukungan pembangunan di wilayah setempat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko menandatangani tujuh Memorandum of Understanding (MoU) senilai Rp8,59 triliun. Kesepakatan itu merupakan hasil rapat koordinasi usulan proyek kerja sama antara GDTC dengan BUMD dan BUMN di Jawa Timur, yang ditindaklanjuti persetujuan tujuh proyek.

Penandatanganan dilakukan oleh Chairman GDTC Maroko HEH Sharif Moulay Sidi Al Sultan Ahmad Bin Zuhir Bin Mohammad Bin Jaber Al Natour dengan tujuh direktur BUMN dan BUMD di Jatim.

Baca Juga: Peringkat Daya Saing Indonesia Melesat 7 Peringkat

Dari total Rp8.592.425.221.600, dirincikan berupa Proyek Pengembangan Pelabuhan Terminal Umum di Kota Probolinggo dengan PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) senilai Rp 2,1 miliar, Proyek Pembangunan dan Pengoperasian Pengolahan air di Kawasan Industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), Maspion dan NIP dengan PT Air Bersih Jatim senilai Rp 347.000.000 dan Proyek Pembangunan Puspa Agro dengan PT Jatim Graha Utama senilai Rp 1.783.111.250.000.

Selain itu, Proyek Pembangunan Kawasan Wisata "Ngawi Planetarium Agro Park" dengan PD Sumber Bhakti senilai Rp 125.000.000.000, Proyek Pembiayaan Bisnis Jasa Sterilisasi Ultimate EBM dan X-Ray dengan PT Kasa Husada senilai Rp 300.000.000.000, Proyek Pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo dengan PT Trans Jawa Paspro senilai Rp 1.506.313.971.600 dan Proyek Pembangunan Tol Krian Legundi dengan PT Waskita Bumi Wira senilai Rp 2.431.000.000.000.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy Dorong Batik Jatim Mendunia dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pertumbuhan realisasi investasi Jatim mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 di masa pandemi, yaitu 33,8 persen dibandingkan 2019 sebesar 14,3 persen. Pertumbuhan tersebut disebut tertinggi di Indonesia.

Sedangkan dari segi makro ekonomi, Jatim menyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,62 persen. Pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,44 persen, didominasi oleh sektor industri 30,94 persen, perdagangan 18,68 persen, dan pertanian 10,84 persen.

Baca Juga: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Hadapi Dinamika Timur Tengah

Sehingga dengan MoU tersebut, maka akan ditindaklanjuti dan menjadi peluang tumbuhnya pembangunan yang cukup signifikan di Jatim. "Jadi, ini langkah awalnya. Nanti akan ada pembahasan lanjutan yang tentunya akan dibahas secara teknis," tutur Emil Dardak, Minggu (9/5/2021).

Ia menambahkan GDTC memang tertarik dengan proyek-proyek yang ada kaitannya dengan pemerintah, baik proyek infrastruktur maupun proyek yang dimiliki BUMD dan BUMN. Dsy20

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU