Asyik Goyang di Hajatan Khitan Tanpa Prokes Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dewi Perssik. SP/ JKT
Dewi Perssik. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dewi Perssik mengundang kehebohan lantaran di anggap melalaikan protokol kesehatan ketika asyik bergoyang dalam acara hajatan khitan yang digelar oleh pengusaha busana muslim di Kudus, Jawa Tengah.

Padahal, Satgas Covid-19 bersama aparat kerap memberi tindakan tegas kepada masyarakat yang dinilai melakukan pelanggaran. Untuk itu, masyarakat pun menunggu keseriusan aparat untuk menindak kasus tersebut.

Video kedua berdurasi 30 detik. Pada video tersebut sejumlah artis dan keluarga sedang bernyanyi. Sayangnya mereka tidak mengenakan masker dan menjaga jarak.

Lalu video ketiga tampak Dewi Perssik sedang tampil di hadapan keluarga. Namun sayangnya lagi, Dewi Persik tidak mengenakan masker lagi. Terlihat juga ada puluhan orang menghadiri acara tersebut.

Bupati Kudus, Hartopo mengaku sudah berkoordinasi aparat polisi untuk menyelidiki kasus pelanggaran prokes itu. Dia meminta semua pihak yang terkait pelaksanaan hajatan dengan menghadirkan Dewi Perssik diperiksa.

"Terkait Dewi Perssik , saya sudah telepon Pak Kapolres. (Dipanggil) semua, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dari penyelenggara, semua dipanggil diminta keterangan semua," tegas Hartopo, Senin (24/5/2021).

Dia mengimbau masyarakat tak abai dengan penyebaran Covid-19 . Apalagi, saat ini varian kasus baru Covid-19 dari India, B.1617.2 dinyatakan telah masuk ke Jawa Tengah. Sehingga protokol kesehatan mesti diterapkan secara ketat.

"Saat kondisi seperti ini semuanya harus punya kesadaran. Kesadaran terkait masalah prokes, kita boleh untuk bekerja, boleh ada pergerakan ekonomi, tapi harus seiring sejalan dengan protokol kesehatan ," tandasnya.

Diketahui hajatan tersebut sudah mendapat izin Forkompincam dan digelar secara terbatas untuk antisipasi kerumunan. Namun, penyelenggara tidak melaporkan adanya kehadiran pedangdut Dewi Persik. Penyelenggara, Event Organizer hingga Forkompincam akan dipanggil guna dimintai keterangan lebih lanjut. Dsy19

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…