SURABAYAPAGI, Surabaya- Tidak dipungkiri lagi dengan berada di era pandemi COVID-19 ini, banyak para pengusaha mengeluhkan penurunan omzet mereka.
Bahkan sebagian yang tidak kuat akhirnya gulung tika. Alasannya, karena tidak mampu menampung gaji para pegawai yang cukup besar.
Salah satunya juga dialami oleh salah satu pengusaha salon ternama di Kota Surabaya Bapak Hendy Prayitno, Selaku pemilik Hendy Salon. Dia mengungkapkan, di era pandemi ini, dirinya harus selalu mengikuti alurnya seperti air mengalir, dan tetap optimis.
"Prinsip saya, selama rambut masih tetap tumbuh, di situlah Salon akan selalu dibutuhkan,"kata Hendy pada Surabayapagi, Senin (24/5/2021).
Dan agar Salon tetap jalanvdan tidak kehilangan pelanggan, imbuh Hendy, dia menjaga betul apa yang dinamakan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, penyemprotan di setiap ruangan, sampai cek suhu, semua dia lakukan.
"Memang pelanggan tidak seramai seperti waktu sebelum era pandemi. Ada yang biasanya datang potong rambut 1 bulan bisa mundur sampai 2 bulan sekali. Tapi ada juga yang rajin karena mereka sosialita atau (karena) kebutuhan,"tambah Hendy.
Dengan semangat dan optimisme yang tinggi, Hendy yakin situasi akan segera pulih, dikarenakan banyak masyarakat indonesia mematuhi protokol kesehatan sehingga mampu menekan angka penyebaran COVID-19.fem
Editor : Redaksi