Penyekatan di Ngawi Diperpanjang Sampai 31 Mei

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat memantau pengecekan kendaraan di pos penyekatan.
Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat memantau pengecekan kendaraan di pos penyekatan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Ngawi - Pos pengetatan bagi pemudik yang seharusnya berakhir pada 24 Mei ternyata diperpanjang hingga 31 Mei 2021. Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya menuturkan bahwa penyekatan tersebut lebih ditingkatkan dari kegiatan yang sebelumnya. Bagi pelanggar akan langsung dites swab bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.

Perpanjangan pos penyekatan ditandai dengan kunjungan Kapolres Ngawi pada Selasa (25/05) kemarin bersama jajaran dan juga empat pilar dari pemerintahan yang terlibat di pos penyekatan.

"Kami tidak ingin mempersulit, masyarakat juga jangan beranggapan ini menyusahkan. Tapi apa yang kami lakukan ini demi keselamatan bersama. Terlebih saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir," jelas AKBP I Wayan Winaya.

Dari hasil penyekatan tersebut, memang belum tampak para pengguna jalan yang melanggar aturan pemerintah terkait larangan mudik. Namun tidak menutup kemungkinan pihak aparat terkait tetap menempati pos penyekatan Exit Tol Ngawi dalam rangka antisipasi arus balik para pemudik.

Bukan hanya melakukan tindakan penyekatan, namun orang nomor satu di Polres Ngawi juga memerintahkan anggotanya untuk menyosialisasikan terhadap pengguna jalan bahwasanya kegiatan pengetatan ini akan berlangsung hingga tanggal 31 Mei 2021.

Sedangkan pos penyekatan yang diperpanjang meliputi Exit Tol Ngawi, perbatasan Jatim-Jateng di Mantingan dan perbatasan Ngawi-Bojonegoro di Desa Banyuurip. "Untuk tiga titik pos penyekatan di wilayah Ngawi diperpanjang sampai 31 Mei mendatang," pungkasnya.

 

 

Berita Terbaru

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Gresik menjadi alarm serius bagi dunia p…