Gelapkan Uang Arisan, Ibu di Pasuruan Ditangkap Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
YE, tersangka penggelapan saat menjalani pemeriksaan.
YE, tersangka penggelapan saat menjalani pemeriksaan.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Polisi akhirnya menangkap YE (37), tersangka penggelapan arisan yang bernilai ratusan juta. Pelaku asal Desa Gununggangsir kecamatan Beji diringkus polisi, Senin (24/5).

Kasus ini bermula dari aduan 8 korban penipuan arisan yang diselenggarakan oleh YE. Mereka melaporkan YE, lantaran hak atas uang arisan sebesar Rp 18 juta per orang tidak diberikan.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, Polsek Beji mengamankan YE. Tersangka diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.

“Setiap minggu, peserta arisan membayarkan uang Rp 200 ribu, dan tiap Kamis arisan itu cair Rp 18 juta,” terang Kapolsek Beji Kompol Akhmad, di Mapolsek Beji, Rabu (26/5).

Akan tetapi, sejak Januari 2021 arisan ini mulai bermasalah. Sejumlah peserta tidak mendapat uang arisan, dan meminta agar arisan ini dihentikan dan meminta uangnya kembali.

Arisan yang diselenggarakan oleh tersangka dimulai sejak 27 Juni 2019. Dari jumlah 91 peserta, hanya 33 pemenang yang sudah diserahkan uang arisannya.

Setelah itu, sisa 58 peserta yang belum menerima haknya. Sehingga 8 peserta yang merasa tertipu melaporkan ke Polsek Beji. Dengan total kerugian dari 8 korban tersebut mencapai Rp 116 juta.

“Modusnya, peserta sudah membayarkan kewajibannya, namun banyak peserta namanya yang sudah keluar lotrenya tidak diberikan haknya oleh tersangka. Setelah dilaporkan ke Polsek, kami tindak lanjuti dan kami amankan,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, trsangka harus mendekam di tahanan Mapolsek Beji.

“Tersangka kami kenakan pasal 372 atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Terpisah, menurut penuturan tersangka, uang tersebut tidak bisa cair lantaran sebagian perserta tidak membayar iuran.

Ibu dua anak ini juga mengaku uang yang tidak dicairkan tersebut digunakan untuk membayar hutang di bank.

“Sebagian uangnya untuk bayar hutang di bank,” akunya di hadapan awak media.

 

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…