Perupa Beraliran Pop Surealis yang Penuh Imajinatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Excris Endy Pratito yang sedang melukis karyanya beraliran pop surealis. SP/ TLG
Excris Endy Pratito yang sedang melukis karyanya beraliran pop surealis. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Excris Endy Pratito merupakan seorang perupa yang memiliki gaya tersendiri untuk menyampaikan sebuah gagasan dan kritik kehidupan melalui karyanya yang beraliran pop surealis.

Awal mula Endy mengenal gaya lukisan beraliran pop surealis ketika kuliah. Saat itu Endy terkesan melihat karya aliran pop surealis di salah satu pameran di Solo karena menurutnya unik karena menunjukkan karakter yang imajinatif. Warna yang mencolok dan fresh membuat nyaman untuk dinikmati. "Pertama melihatnya itu (lukisan pop surealis, Red) langsung suka. Unik seperti saya," katanya, Minggu (30/5/2021).

Sejak awal Endy memang memiliki kegemaran dan hobi menggambar, terutama kartun sejak kecil. Menurutnya, tinggal mengonsep tema apa yang ingin dituangkannya dalam kanvasnya dengan aliran pop surealis, yaitu aliran yang mencampurkan unsur khayalan atau imajinasi dalam karyanya dengan warna-warna cerah dari cat akrilik dan menambahkan karakter yang disukainya yaitu karakter yang terinspirasi dari legenda Jawa, Batara Kala.

"Kebanyakan karya saya ini menyuarakan isi hati atau kritikan kehidupan. Misalnya ini perjuangan disabilitas, kemudian ada lagi minimnya lahan, tidak ada lagi penggembala," terangnya sembari menunjukkan karyanya yang lain.

Selain itu, Endy mengaku berani menjadi profesional pada 2019 lalu. Itu setelah dia merasa layak ditawarkan ke para kolektor. Dia pun lantas bekerja sama dengan Gallery Art di Jogja. Alhasil, laku.

Dengan begitu, karyanya bisa meluas. Sembari itu, dia juga mengisi kesibukan lain, dengan menerima job untuk membuat mural. "Penting gambar baik melukis ataupun lainnya jalan terus," katanya.

Sedangkan mengenai pengerjaan, Endy menjelaskan, tergantung besarnya ukuran kanvas dan tema yang akan dituangkan. Seperti 100 x 100 cm itu diselesaikan hampir dua minggu. Ini karena dia sedang dikejar deadline.

"Kalau sudah deadline gini benar-benar harus bagi waktu dengan tepat. Bahkan, saya rela nggak ngopi bareng teman-teman. Misal ngajak ngopi tak ajak ke rumah saja menemaniku," pungkasnya. dsy9

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …