Pegiat Lingkungan yang Gencar Edukasi Para Milenial Blitar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dolis saat melakukan kegiatan penanaman pohon. SP/ BLT
Dolis saat melakukan kegiatan penanaman pohon. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dolis Setiawan merupakan pegiat lingkungan yang gencar mengajak dan mengedukasi masyarakat Blitar dan mengajak para milenial Penataran untuk ikut tergabung dalam suatu wadah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

Kepekaannya terhadap lingkungan sudah muncul sejak 2004 lalu. Dimana dia masih duduk di bangku sekolah. Kala itu, terjadi banjir bandang di Kecamatan Sutojayan akibat kerusakan lingkungan di wilayah Blitar selatan. Rupanya, hal itu membuat Dolis kian peka melihat perubahan lingkungan. "Dari situ saya bertemu dengan teman-teman yang punya pemikiran yang sama. Sehingga, pada 2007 kami coba mulai sebuah gerakan untuk peduli lingkungan," katanya, Minggu (6/6/2021).

Sejumlah kegiatan pun mulai dilakukan. Dalam kegiatannya, lebih banyak berfokus pada pembibitan dan edukasi. Sebelumnya, Dolis dan rekan-rekan cenderung lebih banyak bergerak pada hal teknis seperti kegiatan penanaman pohon. Namun, Dolis menilai hal tersebut kurang efektif lantaran saat itu sebagian besar masyarakat belum memiliki dasar pemikiran yang sama terkait penghijauan.

Saat ini,  Dolis dan para kolega sedang berfokus pada kegiatan penghijauan di daerah pesisir selatan Blitar. "Kalau saat ini kami sedang upayakan di Pantai Pasur dan Pantai Pangi. Harapannya agar daerah itu kembali menjadi tempat bagi penyu untuk bertelur. Sehingga, ekosistem alam di sana tetap terjaga dan seimbang," jelasnya.

Tak hanya itu, Dolis menuturkan, bahwa pihaknya juga memberikan edukasi terkait pentingnya penanaman tanaman produksi. Hal ini dinilai perlu, mengingat saat ini sebagian kawasan di Blitar selatan dijadikan lahan produksi tanaman semusim seperti halnya jagung atau tebu. Padahal, jenis tanaman produksi bisa bertahan lebih lama dan dapat mengembalikan fungsi hutan sebagai penyeimbang lingkungan.

"Kami sadar bahwa alam itu punya suksesi sendiri. Jadi, kalau kita menanam tanaman produksi itu akan jauh lebih baik. Ini yang kita sosialisasikan dan saat ini sebagaian masyarakat juga mulai sadar. Karena itu kami ingin agar masyarakat punya rasa tepo sliro (tenggang rasa, Red) pada alam. Tidak cuma tanam pohon, tandur pangerten (menanam pengertian. Red) juga penting," ungkapnya.

Dirinya berharap ke depannya akan ada lebih banyak lagi elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Karena itu, Dolis dan rekan-rekan membuka diri untuk menerima donasi dari manapun. Sebab, ke depan masih banyak kawasan di Blitar selatan yang membutuhkan aksi konkret dari mereka yang peduli terhadap lingkungan. Dsy8

 

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…