Eksistensi PSK di Surabaya Kian Subur Tanpa Pengawasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Video podcast yang diunggah di kanal Youtube IKA Stikosa AWS mengenai bisnis prostitusi. SP/ Lady Yuvinda
Video podcast yang diunggah di kanal Youtube IKA Stikosa AWS mengenai bisnis prostitusi. SP/ Lady Yuvinda

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lokalisasi Dolly di Surabaya telah ditutup oleh Pemkot Surabaya sejak 27 Juli 2014. Namun, eksistensi prostitusi di Kota Pahlawan ini justru tumbuh subur di tengah pandemi Covid-19.

Dalam video podcast yang diunggah di kanal Youtube IKA Stikosa AWS dibahas mengenai bisnis prostitusi dalam tema Lingkaran Kota Kita yang berjudul Dolly Belum Mati.

Podcast ini dipandu oleh Noor Arief Prasetyo penulis buku Surabaya Butuh Lokalisasi. Pria yang juga pengurus IKA Stikosa AWS dan Redaktur di Harian DI'sWay itu berdialog secara eksklusif dengan narasumber berinisial LD (nama samaran) yang merupakan pekerja seks komersil (PSK) di Dolly saat ini.

"Lokalisasi dan prostitusi di Dolly adalah ruh dan tubuh. Kini Dolly seperti hantu, bergerak tanpa wujud," ujar Noor Arief membuka podcast, Selasa (8/6/2021).

Dari podcast tersebut, banyak informasi terkuak dari bisnis lendir terselubung di Dolly. Mulai dari cara menggaet tamu, kehidupan PSK dan muncikari, tarif, razia, kondisi sosial Dolly, hingga faktor kesehatan para PSK.

Menanggapi pertanyaan pancingan dari Noor Arief, LD menjelaskan jika saat ini aktivitas prostitusi secara nyata memang tidak ada. Tapi kebanyakan PSK yang pernah kerja di Dolly kost di bekas wisma yang jadi tempat prostitusi.

"Mereka (bekas PSK) dijadikan oleh muncikari untuk bekerja lagi. Tapi tentunya dengan persetujuan anaknya karena kebanyakan kan ngasih nomer telepon ke para muncikari. Kalau ada tamu saya siap dihubungi. Dan mereka stand by nya di kost masing-masing. Kalau ada tamu tinggal kasih fotonya saja, kalau sudah cocok langsung jadi," ungkap LD.

LD mengaku saat ini muncikari bekerja di jalan-jalan di wilayah Dolly dan di sepanjang Jalan Girilaya. Ia mengaku, aktivitas prostitusi di Dolly hanya berlangsung malam hari yang dimulai dari pukul 19.00 WIB.

Untuk tarif jasa prostitusi, LD mengatakan tidak tahu angka pastinya. Namun, ia menjelaskan jika tamu membayar di depan PSK saat usai kencan maka pembagian yang diterima bisa lebih besar.

"Kalau tamu deal dan bayar 500 ribu, maka muncikari tidak bisa berbuat apa-apa. PSK dapat 250 dan muncikari 250. Kamar tetap jadi tanggungan muncikari dan 250 itu masih mereka bagi karena bisa dua atau tiga orang muncikari," katanya.

Lebih lanjut LD menyampaikan bahwa tidak ada razia yang dilakukan oleh aparat. Razia hanya akan dilakukan pada hari atau momen tertentu, misalnya saat menjelang puasa Ramadan, hari kemerdekaan, dan hari raya.

Terkait kondisi kesehatan para PSK, LD mengungkap tidak ada kontrol dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya seperti saat Dolly masih belum ditutup.

"Kalau dulu ada (cek kesehatan oleh Dinkes). Kalau sekarang atas dasar kesadaran anaknya sendiri. Kalau mau sehat ya ke dokter sendiri, kalau gak ya sudah, gak ada yang nasehati. Kan kita gak ada bos," bebernya.

Para PSK di Dolly saat ini juga tidak ada yang bekerja formal. Mereka tinggal di kost dan hanya bekerja malam hari sebagai PSK.

"Kalau siang hanya di kost. Nyaris tanpa pekerjaan. Hanya mengandalkan kenalan dan dapat telepon dari kenalan. Karena kebanyakan kalau siang muncikarinya kerja normal. Ada yang ke bangunan atau kemana. Kalau malam aja cari pendapatan sampingan," ujar LD.

Menariknya tidak ada masalah apapun terkait kehidupan sosial di Dolly yang beroperasi secara terselubung pasca ditutup. Menyadari hal itu, LD bersyukur karena warga sekitar tidak mencampuri urusan pribadinya.

"Saya bilang kelebihan orang kampung sana. Karena kebanyakan orang sana itu diam, asal anak (PSK) itu gak resek, tidak berbuat apa-apa, gak mau tau orangnya. Kita banyak menghasilkan di kampung situ. Contohnya kayak laundry, jualan makan karena anak-anak (para PSK) beli di orang kampung situ. Jadi kalau sekedar laki-laki dan perempuan masuk kamar itu sudah biasa," ungkapnya.

Di akhir sesi LD mengungkapkan harapannya. LD meminta agar para PSK bisa difasilitasi tempat lokalisasi sepeti Dolly yang pernah beroperasi secara legal dan ada dalam pengawasan.

"Saya lihat untuk sekarang ini semakin lama semakin nambah (jumlah PSK)  tapi liar dan tidak ada pengawasan tertentu, kesehatan atau gimana itu gak ada. Lebih baik diadakan saja kayak dulu tapi dengan pengawasan dan syarat-syarat tertentu. Sama aja (prostitusi Dolly saat ini) malah makin menjadi," pungkasnya. La

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…