Melongok Sentra Wisata Kuliner Binaan Pemkot (10)

Pedagang Gado-gado di SWK Semolawaru: Omset Sehari Cuma Rp 5.000

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi SWK Semolowaru terlihat sepi dari pengunjung. Sampai pedagang Nur Hachanah hanya bisa membersihkan dan merapikan meja setiap harinya. SP/Anggadia Muhammad
Kondisi SWK Semolowaru terlihat sepi dari pengunjung. Sampai pedagang Nur Hachanah hanya bisa membersihkan dan merapikan meja setiap harinya. SP/Anggadia Muhammad

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Surabaya kian mengalami kemajuan dalam segi tempat wisata yang berkaitan dengan kuliner. Sentra Wisata kuliner (SWK) yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya mulai menjamur di Kota Surabaya dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Namun, beberapa SWK binaan Pemkot Surabaya pun masih yang kurang mendapat tempat dimasyarakat.

Salah satunya SWK Semolowaru yang terletak berada di daerah Semolowaru Surabaya. Meski sudah mendapat bantuan dari Pemkot, para pelaku UMKM di SWK Semolowaru, masih belum optimal.

Salah satunya yang diungkapkan Nur Hachanah, salah satu pelaku UMKM kuliner jenis Gado-gado. Nur Hachanah mengaku senang bila Wali Kota Eri Cahyadi dapat menggelorakan SWK untuk meningkatkan ekonomi. Namun, dirinya meminta harus diimbangi dengan pengelolaan manajemen yang benar.

“Sangat bagus dengan adanya penggalakkan UMKM terutama sektor Sentra Wisara Kuliner, ini sangat mengangkat penjualan pedagang. Namun, kemajuan SWK harus dibarengi dengan pengelolaan managemen yang benar agar bisa ramai,”ucap Nur kepada Surabaya Pagi saat ditemui di SWK Semolowaru.

Dari segi managemen sudah jalan seperti promosi, penawaran pada pengunjung yang datang ke SWK serta fasilitas yang nyaman. Selain itu, peran aktif dibantu mahasiswa Unesa dengan mendesain setiap tempat stand jualan agar terlihat menarik, dan dipromosikan melalui media online.

“Mulai bulan april kemarin, saya menempati stand ini bareng sama rekan juga berjualan disini (SWK Semolowaru). Pandemi gini, naik turun penjualannya kalo memang sepi ya sepi. Pernah mendapatkan omset Rp. 5.000 sehari, sak sepi sepine tapi semua disyukuri,”ungkapnya Nur.

Pantauan Surabaya Pagi, SWK Semolowaru terlihat sepi pengunjung dipengaruhi tidak ada kegiatan. Disisi lain, akses menuju SWK Semolowaru tidak ada petunjuk atau branding tempat yang jelas sehingga orang yang melintas tidak mengetahui bahwa ada SWK, walapun berdekatan dengan jalan.

Nur mengatakan fasilitas sih sudah lengkap, baik tempat berjualan sudah memadai. Selain itu menyediakan lokasi lesehan bagi pengunjung untuk bisa bersantai.

“Faktor yang mempengaruhi sepi SWK semolowaru dikarenakan kurangnya penerangan lampu pintu masuk, pengunjung enggan masuk. Semoga Pemerintah lebih peduli,”imbuhnya.

Sementara itu, Nur Kholilah menjelaskan hasil penjualan masih belum ada peningkatan meskipun sudah digelorakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. “Biasanya banyak mahasiswa yang datang kesini, kan daerah sini kompleks kampus mas. Sepi, mau jualan aja sampai aras – arasen mas,”ucapnya.

“Apalagi lokasi dari jalan nggak kelihatan jaraknya jauh. Penerangannya tidak maksimal saat malam jadi orang tidak tahu,”tutupnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban SWK Semolowaru, Handi mengklaim bahwa manajemen pengelolaan SWK Semolowaru sudah jalan sesuai dengan arahan Pemerintah Kota.

“Sudah berjalan managemen di SWK Semolowaru sini, mulai ada penambahan pedagang yang menempati stand. Meski belum ramai pengunjung, ini mulai bertahap rencana mengupayakan pembenahan total meliputi pentunjuk depan SWK agar jelas, penambahan lampu hias, branding stand, dan pengecatan induk bangunan supaya pengunjung tertarik,”ucapnya.

Kebijakan bagi pedagang yang akan masuk sesuai dengan regulasi, dengan mendaftarkan ke Dinas Koperasi agar resmi bisa menempati stand. SWK Semolowaru saat ini terdapat total 35 stand, 25 stand sudah beroperasi, dan sisanya belum ditempati. “Sebagai penunjang SWK Semolowaru menyediakan tempat olahraga, bermain, serta musik yang baru aktif kembali beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan untuk menarik pengunjung ke SWK,”tutupnya. er/cr3/ang

Berita Terbaru

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

November Akan Ada Motorcycle Show (IMOS) 2026

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 akan kembali digelar di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Rencananya IMOS 2026 bakal…

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Setahun, Purbaya Klaim Uji Berbagai Teori Ekonomi

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 08:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto. Ia pun membeberkan…

Elon Musk, Beradu Narasi dengan Chess.com

Elon Musk, Beradu Narasi dengan Chess.com

Rabu, 09 Sep 2026 07:58 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 07:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Elon Musk kembali beradu argumen dengan Chess.com, situs yang pernah membuat tulisan ‘Mengapa Elon Musk tidak, dan tidak bisa, bermain c…

Mentan Tanggapi Zulhas, Soal Ongkos Produksi Beras di Indonesia

Mentan Tanggapi Zulhas, Soal Ongkos Produksi Beras di Indonesia

Rabu, 09 Sep 2026 07:56 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 07:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui efisiensi biaya dan ongkos produksi beras Indonesia masih kalah dibandingkan negara…

Studi Baterai Mobil Listrik Bisa Bertahan Sangat lama

Studi Baterai Mobil Listrik Bisa Bertahan Sangat lama

Rabu, 09 Sep 2026 07:54 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu alasan konsumen ragu membeli mobil listrik. Namun, studi terbaru menunjukkan, baterai mobil…

Jaksa Dituding Gunakan Akte Hantu, Ajukan Pemred Radit Lakukan Penipuan

Jaksa Dituding Gunakan Akte Hantu, Ajukan Pemred Radit Lakukan Penipuan

Rabu, 09 Sep 2026 07:51 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 07:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sidang peradilan pimpinan redaksi surabaya pagi di mulai, hari senin (08/09/2026) di gedung cakra dengan di pimpin oleh hakim ketu …