Pasien Asal Madura di RSLI, Sulit Diberi Arahan Hingga Anggap Diri 'Tahanan'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi didepan RSLI. SP/ANGGADIA MUHAMMAD
Kondisi didepan RSLI. SP/ANGGADIA MUHAMMAD

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pasien Madura yang terjaring di penyekatan Suramadu dan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) sulit menerima edukasi tenaga kesehatan (nakes). Mereka menganggap dirinya adalah ‘tahanan’.

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI, Radian Jadid mengatakan bahwa pasien yang berasal dari Madura tersebut sulit untuk diberi arahan oleh nakes. 

“Kendala dari nakes ya, pikirnya kita mengedukasi, kita agak sulit,” kata Jadid, ketika dikonfirmasi, Senin, (14/6). 

Jadid menambahkan bahwa Sulitnya menyampaikan edukasi tersebut, karena para pasien yang terjaring penyekatan itu tidak berpikiran untuk sembuh. Namun mereka hanya ingin segera keluar dari RSLI. 

“Karena mereka ingin keluar (RSLI), bukan pengen sembuh, itu kendala utama,” jelasnya. 

Bahkan, menurut Jadid, saat dirawat di RSLI para pasien tersebut memiliki pemikiran, jika mereka tengah menjalani masa tahanan. Bukan, disembuhkan karena telah terinfeksi Covid-19. 

“Mereka kesini kan mindsetnya karena ketangkap, karena ke tracing, jadi masuk ini kan mindsetnya orang tahanan bukan mindset orang cari kesembuhan,” ucapnya.

 Oleh karena itu, kata Jadid, terkadang meski telah diberi informasi melalui berbagai media penyampai pesan, untuk mengambil obat di tenda medis, para pasien enggan mengambilnya. 

“Misalkan, obat-obatan kan ngambil di tenda medis, nah diumumkan lewat grup WhatsApp nggak datang, kita umumkan lewat pengeras suara nggak datang, seperti itu kendalanya,” kata dia. 

Selain itu, pasien asal Madura tersebut juga sulit menaati aturan yang diterapkan di RSLI. Alhasil, para tenaga medis harus menggunakan bahasa daerah untuk selalu mengingatkan. 

“Sudah dikasih tempat sampah masih buang sampah sembarangan, edukasinya tidak didengarkan, harus dengan menggunakan bahasa daerah,” ujarnya. 

Dengan demikian, Jadid pun berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, untuk menambah jumlah personil yang bertugas untuk menjaga pasien. 

“Tugas rumah sakit itu kan tugas penyembuhan bukan tugas karantina, pemprov pemkot belum tanggap terhadap itu, tidak memberikan dukungan, misalnya personil tambahan untuk berjaga, belum ada,” tutupnya.ang

Berita Terbaru

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Mu+ku, Zes, Suko Hadir dan Siap Jadi Icon Fashion Baru

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT MDS retailing tbk grup resmi menghadirkan Mu+ku, zes, dan suko di Tunjungan plaza 3 dengan konsep yang unik. Serta setiap…