Serapan Anggaran Cuma 57 Persen, Kinerja Dinas Kesehatan Jatim Disorot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Martin Hamonangan. SP/Riko
Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Martin Hamonangan. SP/Riko

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - DPRD Jawa Timur dalam pandangan umum fraksi-fraksi hampir semuanya menyoroti kinerja aparatur Dinas Kesehatan Jawa Timur yang jauh dibawah standar. Lembaga yang dipimpin oleh dr. Herlin Ferliana sebagai Kepala Dinas Kesehatan, pada tahun 2020 atau saat tingginya kasus pandemi covid-19 hanya mampu menyerap anggaran sebesar 57,17 Persen saja.

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Martin Hamonangan bahkan menyebut realisasi anggaran di sektor Kesehatan lebih buruk dari Dinas lainnya. "Realisasi anggaran di sektor kesehatan lebih buruk dibanding sektor pendidikan," tegas Martin dalam sidang Paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Senin (22/6/2021).

Diungkapkan Martin, Kinerja Dinas Pendidikan dalam dilihat dalam penyerapan anggaran. Dinas Kesehatan nyatanya hanya sanggup merealisasikan belanja sebesar 57,17% dibanding UPT Rumah Sakit Umum Karya Husada Batu yang mencapai 107,13%. "Fraksi PDI Perjuangan juga menemukan bahwa dalam banyak detil laporan, terdapat bagian-bagian yang serapannya sangat rendah hingga 51,17%," ungkapnya.

Bila dijabarkan lagi, Program Kerja dalam anggaran di Dinas Kesehatan yang penyerapannya rendah antara lain untuk Belanja Langsung dengan serapan 51,37%. Kemudian di bidang Pembinaan Kesehatan Lingkungan (Belanja Modal) sebesar 59,44% saja. Lalu kinerja anggaran di bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat termasuk Belanja Barang dan Jasa serapan hanya 58,51%. "Ada lagi yang lebih parah penyerapannya, yakni anggaran belanja Program Pembinaan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan yang hanya terserap sebesar 37,06%," rincinya.

Atas dasar hal tersebut, Fraksi PDI Perjuangan menyayangkan rendahnya serapan anggaran di bidang kesehatan ini, terutama di saat kita semua sedang menghadapi pandemi covid-19.

Senada juga diungkapkan Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi PPP, Hj Zeiniye. Zeiniye menyesalkan rendahnya serapan anggaran Dinkes Jatim dalam APBD Jatim 2020. Padahal, saat ini pandemi covid-19 di Jatim meningkat dan posisi Dinas Kesehatan Jatim salah satu OPD yang bersentuhan langsung dengan penanganan pandemi. “Dari alokasi anggaran Rp 453 M, hanya terserap Rp 259 M atau diprosentase di angka 57,17 persen dan bisa dikata serapannya sangat rendah sekali,” jelasnya, Selasa (22/6/2021).

Dikatakan oleh Zeiniye, supaya tidak terulang lagi di tahun 2021 ini, pihaknya berulang kali menekan kepada Dinas Kesehatan Jatim agar di APBD tahun 2021 anggaran yang di refocusing untuk penanganan pandemi bisa dimaksimalkan.Walaupun dari evaluasi dari Dinas Kesehatan Jatim ditahun 2020, penyumbang angka tak terserap tertinggi ada pada posisi anggaran bea cukai rokok yang digunakan untuk dana JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan anggaran Rp 285 Milyar.

"Dari anggaran Rp 285 M tersebut, kata politisi PPP tersebut, hanya terserap Cuma Rp 78 M atau sekitar 30 persen. Artinya masyarakat se Jatim banyak yang tidak mendapatkan program dana JKN melalui APBD Jatim,” jelas lanjut mantan ketua DPRD Situbondo ini.

Untuk tahun 2021 nanti, titik tekan DPRD Jatim untuk Dinas Kesehatan Jatim, kata Zeiniye, karena banyak varian covid-19 yang ditemukan, maka anggaran-angaran recofusing dinas kesehatan bisa dimonitor secara baik. “Kami tidak ingin ditahun 2021 ada pembangunan infrastruktur kesehatan yang tidak prioritas untuk kepentingan rakyat Jawa Timur,” ucapnya geram.

Selain itu, kata Zeneiye, Dinas Kesehatan Jatim juga harus memperhatikan insentif nakes yang menangani covid-19. “Tahun lalu untuk insentif nakes dari satu tahun baru terealisasi baru bulan September 2020. Nakes yang beresiko ternyata tak mendapatkan haknya yang begitu bagus. Kami minta tahun 2021 sudah terbayar per bulannya,” pungkasnya. rko/cr2/rmc

Berita Terbaru

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa tenggelamnya Kapal Virgo Transport, menyisakan duka yang mendalam warga Kabupaten Blitar yang menjadi korban. Termasuk…

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Senyum  sapaan hangat mewarnai peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 di BRI Blitar. Mengusung tema Think Customer, BRI …

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Modus penyelundupan narkotika dengan menyembunyikan ganja di dalam bodi sepeda motor Vespa akhirnya terbongkar bukan karena p…

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, terbakar usai pelaksanaan shalat Zuhur, Senin…

Dukung SDGs Indonesia, Kota Mojokerto Perkuat Pemenuhan Data I-SIM

Dukung SDGs Indonesia, Kota Mojokerto Perkuat Pemenuhan Data I-SIM

Selasa, 15 Sep 2026 16:15 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:15 WIB

SURABAYA.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia melalui p…

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…