PTM Hanya Zona Kuning-Hijau, Zona Merah-Oranye Tetap Daring

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi bertemu dengan MKKS SMA-SMK negeri dan swasta Jatim serta PGRI Jatim di Gedung Grahadi, Rabu (23/6/2021) sore. SP/Arlana
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi bertemu dengan MKKS SMA-SMK negeri dan swasta Jatim serta PGRI Jatim di Gedung Grahadi, Rabu (23/6/2021) sore. SP/Arlana

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pelaksanaan PTM pada tahun ajaran baru masih belum pasti. Banyak pihak yang meminta PTM ditunda mengingat kasus Covid-19 yang semakin menggila.

Menanggapi hal itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur memutuskan bahwa PTM hanya diperbolehkan digelar di wilayah di zona kuning dan hijau. Sementara untuk zona merah dan zona orange tidak diperkenankan menggelar PTM dan terus melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Dengan catatan, skala zona yang dimaksud adalah skala kecamatan. Sehingga acuan zona PTM di Jatim tetap mengacu ke SE Gubernur yang lama, yaitu menggunakan acuan zona skala mikro yaitu kecamatan.

Keputusan penundaan pelaksaan PTM untuk zona merah dan orange tersebut diambil setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bertemu dengan MKKS SMA SMK negeri dan swasta Jatim serta PGRI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/6/2021) sore.

 Dalam forum dengar pendapat itu diambil keputusan bahwa zona merah dan orange skala kecamatan se Jatim, untuk tingkat pendidikan SMA, SMK, negeri dan swasta dan juga pendidikan khusus, tidak menyelenggarakan PTM.

”Jadi lengkap pertama untuk daerah, tapi ini lingkupnya adalah kecamatan ya, apabila masih zona merah dan zona orange, maka pembelajaran tetap dilakukan jarak jauh. Jadi tidak dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahyudi usai pertemuan.

 “Tetapi yang zona kecamatannya sudah warna kuning dan hijau, maka dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Terbatas dalam arti dengan pengaturan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Wahid.

Yang dimaksud terbatas, imbuh Wahid, yaitu untuk zona kuning yang ikut pembelajaran tatap muka adalah 25 persen dari kapasitas kelas. Kemudian untuk zona hijau yang ikut pembelajaran tatap muka sebanyak 50 persen dari kapasitas kelas.

 “Dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilaksanakan tiap hari adalah 2 jam. Dengan masing-masing mata pelajaran durasinya adalah setengah jam pelajaran per mata pelajaran. Artinya setiap harinya PTM hanya boleh ada 4 jam pelajaran dengan durasi masing-masing 30 menit sehingga total 2 jam,” tegasnya.

 Kemudian para siswa per minggu bisa mengikuti pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan dua kali. Dan pembelajaran tatap muka ini tetap harus atas rekomendasi ketua gugus tugas covid-19 kabupaten kota yaitu Bupati walikota. Selain itu siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa.

 “Kami seminggu ke depan depan akan melakukan koordinasi dengan semua sekolah di Jawa Timur termasuk juga mengakomodir bagaimana pendapat para orang tua siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini,” tandasnya


PTM di Surabaya Ditunda

Sementara itu, Wali kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan masih akan menunggu kasus covid-19. Jika kasus covid-19 semakin tinggi, maka tidak menutup kemungkinan PTM akan ditunda.

 "Tatap muka memang direncanakan nanti Juli usai penerimaan siswa baru. Kita juga sudah melakukan asesmen dan ada sekolah yang sudah bisa dibuka. Tapi dengan kondisi Covid-19 yang naik seperti ini, tidak bisa dilanjutkan karena tanggung jawab keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab saya. Maka saya lebih mengutamakan keselamatan anak-anak," kata Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/6/2021).

 Menurutnya, Pemkot Surabaya tidak akan memaksakan pembelajaran tatap muka jika dirasa terlalu berisiko. Oleh karena itu, pemkot masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 hingga awal Juli 2021.  "Kita lihat dulu kondisinya nanti. Saya lebih mengutamakan keselamatan anak didik Surabaya ketimbang tatap muka. Kalau kondisi tetap naik dan itu membahayakan anak-anak saya, insyaallah tatap muka juga akan saya batalkan," kata dia.

 Ia juga memastikan bahwa apabila nanti pembelajaran tatap muka batal digelar pada Juli 2021, maka Pemkot Surabaya akan membuat berbagai inovasi supaya peserta didik tidak bosan belajar daring dari rumah mereka masing-masing.

 Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo memastikan bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan PTM di tengah pandemi Covid-19. Mulai dari simulasi pembelajaran dengan protokol kesehatan yang ketat hingga asesment kepada setiap sekolah terus dikebut hingga saat ini. byb/alq/cr2/rmc 

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…