Ivermectin, Sudah Dicobakan ke Pasien Covid-19 di Sragen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono yang membagi-bagikan Ivermectin di sebuah desa di Sragen kepada warga yang terpapar Covid-19. SP/Sra/GN
Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono yang membagi-bagikan Ivermectin di sebuah desa di Sragen kepada warga yang terpapar Covid-19. SP/Sra/GN

i

SURABAYAPAGI.COM, Sragen- Ternyata penggunaan Ivermectin, sudah dilakukan di Sragen, Jawa Tengah, sebagai upaya penyembuhan pasien, dengan persetujuan pasien. “Ivermectin mempunyai kemampuan untuk membunuh virus Covid-19," kata dr Budhi Antariksa, Jumat (25/6/2021).

Budhi adalah salah satu peneliti utama bersama Dr. Pompini dari RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso dari 8 Rumah Sakit di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Budhi mengatakan ada berbagai penelitian dunia tentang Ivermectin dengan beragam hasil. "Alhamdulillah bagus. Hasil yang baik di atas 80%," tuturnya.

Di Sragen, lanjut Budhi, Ivermectin digunakan sebagai obat tambahan, selain obat standar yang digunakan untuk pasien Covid-19. Dosis yang digunakan 0,2 mg dikali berat badan pasien. Dosis ini paling banyak digunakan di dunia.

Selain itu, ada yang menggunakan 0,4 mg dan 0,6 mg yang dikali dengan berat tubuh.

Diminum sekali sehari, selama 5 hari dan dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada hari ke 8, atau 9 atau 10.

"Obat ini punya efek menghambat pertambahan virusnya, dan juga bisa menyembuhkan," kata Budhi.

Dia merinci, Ivermectin adalah obat parasit yang sudah ada sejak 30 tahun lalu, dan sudah pernah dipakai oleh manusia. "Itu obat cacing awalnya. Pada penelitian beberapa obat parasit, terdapat obat parasit yang mempunyai kemampuan menaikkan sel daya tahan tubuh," ungkapnya.

Ivermectin berpotensi menjadi obat antivirus Covid-19, karena memiliki kemampuan meningkatkan imunitas, anti peradangan dan menghambat replikasi virus Covid-19.

Pada penelitian in vitro di laboratorium, lanjutnya, terjadi penghambatan replikasi virus Covid 19 yang diberikan Ivermectin yang disebut sebagai obat cacing itu.

 

Anti Peradangan

Di sisi lain, tambah Budhi, Ivermectin memiliki anti peradangan. Saat virus masuk ke dalam tubuh, terjadi proses peradangan hingga bisa terjadi 'badai' sitokin di mana keluar zat-zat pertahanan yang demikian hebatnya malah menyerang tubuh sendiri. Ivermectin mempunyai kemampuan untuk menurunkan peradangan. "Jadi, ada tiga komponen. Satu adalah anti replikasi virus, menghambat replikasi dari virus. Yang kedua adalah menambah daya tahan tubuh, dan ketiga anti peradangan," jelas Budhi.

Suatu penelitian gabungan, dimana beberapa penelitian dianalisa, menyatakan bahwa Ivermectin punya kemampuan membunuh Covid-19.

Pernyataan Budhi tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan dunia, seperti dikutip dari Reuters, penelitian yang mendapat dukungan pemerintah Inggris bernama PRINSIPAL, dengan tujuan membantu pemulihan penderita Covid-19, khususnya mereka yang tidak menjalani perawatan di rumah sakit atau bergejala ringan menunjukkan Ivermectin mampu mengurangi replikasi virus corona.

Studi tersebut juga mengungkapkan pemberian Ivermectin lebih awal pada beberapa penderita ringan mampu mengurangi load virus serta durasi gejala.

"Dengan memasukkan Ivermectin dalam uji coba skala besar seperti PRINSIPAL, kami berharap dapat menghasilkan bukti kuat untuk menentukan seberapa efektif pengobatan tersebut terhadap Covid-19 dan apakah ada manfaat atau bahaya terkait dengan penggunaannya," ujar seorang pimpinan penelitian, Chris Butler, dikutip dari Reuters, Kamis (24/6/2021). Ivermectin merupakan obat ketujuh yang diteliti oleh Oxford terkait penggunaan untuk Covid-19.

Selanjutnya, Budhi Antariksa yang juga Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan mengungkapkan uji coba dan penelitian pada pasien Covid-19 untuk penggunaan Ivermectin digelar di Indonesia.

Dia memperkirakan sebelum akhir tahun 2021 akan terlihat hasilnya. Pasalnya, penelitian itu membutuhkan waktu sekitar 5 bulan. n sra/gn/cr3/rmc

Berita Terbaru

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Data Pribadi di Website Resmi Rawan disalahgunakan, Fraksi PDI-P Minta Pemprov Lakukan Langkah Serius

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. Pemprov…

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…