Kondisi BOR ICU di 11 Daerah Jatim Berstatus Zona Merah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 29 Jun 2021 10:22 WIB

Kondisi BOR ICU di 11 Daerah Jatim Berstatus Zona Merah

i

11 Kabupaten/Kota di Jatim masuk kategori zona merah untuk BOR ICU rumah sakit.SP/ANT/ADENG BUSTOMI

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit dalam kondisi darurat.Kondisi ini membuat jumlah BOR ICUdi beberapa RS berstatus zona merah.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi mengatakan kondisi BOR di Jatim membuat grafik menunjukkan tren kenaikan jumlah pasien yang tengah dirawat."BOR per tanggal 27 di Jatim, untuk ICU terisi sebanyak 77 persen, dan ruang isolasi terisi 80 persen," ujar Joni, kemarin.

Baca Juga: BOR Rumah Sakit di Surabaya Naik Tajam

Joni menjelaskan standar aman dari WHO yakni 60 persen. Sedangkan di Jatim, jika dirata-rata, maka BOR di Jatim saat ini sekitar 78,5 persen. Di Jatim saat ini ada 12.047 bed isolasi untuk pasien OTG dan telah terisi sebanyak 9.597 pasien (80 persen). Lalu untuk ICU, ada 1.205 bed di Jatim, dan terisi 922 pasien (77 persen)."Dari perhitungan Kemenkes, kondisi BOR kita masuk kategori zonasi kuning," imbuhnya.

Sementara Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril menambahkan, ada 13 Kabupaten/Kota di Jatim yang masuk kategori zona merah BOR isolasi biasa rumah sakit. Kemudian ada 11 Kabupaten/Kota di Jatim yang masuk zona merah untuk kategori BOR ICU rumah sakit."Ini sudah mepet (BOR RS). Ada daerah yang naikknya tinggi, ada yang gak terlalu. Tapi ini mulai warning. Dari zonasi Kemenkes, BOR isolasi ada 13 daerah zona merah, atau di atas 80 persen keterisian ruang isolasi biasa. Lalu ada 11 daerah zona merah BOR ICU-nya," ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Jawa Timur dr Dodo Anondo mengungkapkan bahawa setiap RS sudah menambah tempat tidur agar semua pasien bisa terlayani. Namun, penambahan tempat tidur itu juga dalam jumlah yang terbatas."Kami sudah menambah bed, tapi kan enggak mungkin nambah terus karena jumlah pasien terus ada," ujar dia.

Baca Juga: BOR RS Covid-19 Surabaya di Bawah 20 Persen

Bahkan, beberapa rumah sakit non Covid-19 saat ini sudah dikonversi menjadi RS rujukan Covid-19. Di Jawa Timur, jumlah RS rujukan Covid-19 berjumlah 85 RS.

Dengan jumlah pasien yang terus meningkat setiap harinya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menambah jumlah RS rujukan Covid-19 total menjadi 99 RS yang tersebar di sejumlah wilayah di Jatim."Setelah Lebaran atau awal Juni kan kasusnya mulai naik pesat ini, sampai rumah sakit penuh. Sehingga kami sudah mengonversi lagi rumah sakit yang non Covid-19, kami ubah jadi RS rujukan Covid-19," kata Dodo.

Baca Juga: 110 RS Rujukan di Jatim Nihil Pasien Covid-19

Meski demikian, tenaga kesehatan tidak bisa bekerja menangani penyebaran Covid-29 seorang diri. Karena itu, ia meminta masyarakat juga harus bekerja sama, membantu mengendalikan penyebaran Covid-19."Satu-satunya cara adalah menghentikan (penyebaran Covid-19) di hulunya. Harus ini, artinya masyarakat harus menjaga prokes, PPKM harus diperketat lagi dan tracing juga diperbanyak sehingga kita tahu. Tracing itu harus dilaksanakan dengan betul. Kalau tracing-nya tidak dilaksanakan, sama saja," kata Dodo.

Seluruh pihak harus bergerak bersama, mobilitas masyarakat dibatasi, kemudian upaya testing, tracing dan treatment (3T) harus berjalan dengan baik.sb2/na

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU