"Lockdown" akan Dilakukan 3 Juli

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau dalam bahasa lazim lockdown dilakukan seiring meningkatnya kasus covid-19.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau dalam bahasa lazim lockdown dilakukan seiring meningkatnya kasus covid-19.

i

Khusus untuk Zona Merah

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia secara harian, Pemerintah pusat akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau dalam bahasa lazim lockdown terbatas.

Rencana kebijakan PPKM Darurat ini dibahas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (29/6/2021) malam. Rapat terbatas itu dilakukan secara virtual, dipimpin dengan Presiden Joko Widodo dengan beberapa kepala daerah.

Dari informasi yang dihimpun, PPKM Darurat akan berlaku di zona merah, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta dan beberapa daerah lain yang menjadi zona merah.

Kebijakan ini rencananya akan diterapkan selama dua pekan ke depan, yakni mulai 3 Juli 2021 hingga 15 Juli 2021. Dengan kebijakan ini, restoran dan mal akan ditutup penuh. Begitu pula dengan perkantoran, berlaku work from home (WFH) 100 persen.

Sementara, kegiatan olahraga, sosial, budaya, dan politik yang melibatkan banyak orang juga dilarang. Namun PPKM darurat ini tidak berlaku di semua daerah. Hanya diberlakukan di kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang mendapatkan skor level 3 dan 4 berdasarkan metode penilaian laju penularan kapasitas respons dari WHO.

Untuk penanganannya, Menko Marves Luhut akan mengambil alih penanganan pandemi Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali. Sementara untuk wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali, dipegang oleh Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

Sementara, Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji menjelaskan rapat juga diikuti l Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono (HB) X bersama Sekda hingga Kepala Dinkes DIY. "Pembahasan mengenai wacana pemberlakuan PPKM Darurat yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Juli 2021," kata Ditya kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Ditya menjelaskan teknis pelaksanaan PPKM Darurat belum bisa disampaikan. Pasalnya pemerintah pusat masih membahasnya dan sifatnya belum final.

Namun, intinya akan ada pengetatan berdasarkan laju penularan corona dan usulan dari daerah. Pengumuman penerapan PPKM Darurat pun akan disampaikan Presiden Jokowi.

"Akan dibuat 4 tingkat. Teknis pengetatan akan disampaikan setelah ada pengumuman dari Presiden RI. Tadi pusat minta seluruh peserta memberikan masukan terhadap rencana pemberlakuan PPKM Darurat tersebut," ujarnya.

 

Didukung Beberapa Pihak

Wacana PPKM darurat pun didukung beberapa pihak. Bahkan, bila diberlakukan PPKM Darurat alias Lockdown, kegiatan bekerja dari rumah atau work form home (WFH) diusulkan agar diterapkan 100%.

"Nggak apa-apa PPKM darurat dengan WFH 100%," kata pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Selain itu, dia menyarankan tidak boleh ada dine in di tempat makan dan mal harus tutup. Hal ini pengecualian untuk rumah sakit. "Tidak ada dine in. Kemudian mal jangan buka. Kecuali yang sifatnya makanan. Kecuali rumah sakit saja dan fasilitas umum seperti keamanan. Yang lainnya jangan ada toleransi," ujarnya.

Dia juga memperingatkan pergerakan warga juga perlu diawasi dengan ketat. "Tentu harus diperhatikan juga yang pergerakan antarkota. Kecuali yang ada surat tugas," tuturnya.

Pihak yang juga mendukung PPKM Darurat yakni Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar. "Saya dengar juga kabar itu (PPKM Darurat). Kebijakan ini patut diambil melihat kasus COVID-19 di Indonesia yang terus naik," kata Cak Imin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).

Oleh karena itu, Cak Imin mendukung langkah pemerintah jika nantinya menetapkan PPKM darurat. Dia mengingatkan bahaya COVID-19 kini menyasar bukan hanya ke kalangan dewasa, tapi juga anak-anak. "Saya ingatkan ancaman COVID saat ini semakin serius. Bahkan sudah menjangkiti anak-anak," ujarnya.

Meski begitu, Ketua Umum PKB ini tetap mengimbau ketaatan masyarakat terhadap PPKM berangkat dari kesadaran, sehingga tidak ada upaya mencari celah untuk melanggar. Menurut dia, kesadaran amat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang.

"Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang per orang. Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekat, maka berpengaruh terhadap yang lainnya," tuturnya. n jk/erk/cr2/rmc

Berita Terbaru

Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemdes Suwaluh Tanam Aneka Bibit Buah-buahan

Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemdes Suwaluh Tanam Aneka Bibit Buah-buahan

Senin, 27 Jul 2026 15:36 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, menanam ribuan aneka bibit  buah - buahan di lahan seluas 3 hektar yang …

Lewat Uji Coba Inovasi Brida Step, Pemkot Surabaya Upayakan Bantuan Gakin

Lewat Uji Coba Inovasi Brida Step, Pemkot Surabaya Upayakan Bantuan Gakin

Senin, 27 Jul 2026 15:23 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui inovasi program Brida Step (Surabaya Talent Entrepreneurial Path), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini memetakan…

Lewat Konsumsi Ikan, Pemkot Surabaya Terus Kampanyekan Diversifikasi Protein

Lewat Konsumsi Ikan, Pemkot Surabaya Terus Kampanyekan Diversifikasi Protein

Senin, 27 Jul 2026 15:17 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya membangun pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga,…

Dorong Pelaporan Pajak, Pemkot Surabaya Dorong Restoran dan Kafe Pakai Sistem Digital

Dorong Pelaporan Pajak, Pemkot Surabaya Dorong Restoran dan Kafe Pakai Sistem Digital

Senin, 27 Jul 2026 15:12 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui penerapan sistem digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong transparansi pelaporan pajak di sektor…

Sosialisasikan Perda Hunian Layak, Pemkot: Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Maksimal 7 Hari

Sosialisasikan Perda Hunian Layak, Pemkot: Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Maksimal 7 Hari

Senin, 27 Jul 2026 15:03 WIB

Senin, 27 Jul 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2026 tentang Hunian yang Layak, Pemerintah Kota…

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Diserang hama ulat hitam, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk bawang merah mengalami gagal panen.…