Eksis Berbisnis Batik Menggunakan Pola Sabut Kelapa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sumarni Alisha Aprilia sedang membuat pola batik menggunakan sabut kelapa. SP/ SBY
Sumarni Alisha Aprilia sedang membuat pola batik menggunakan sabut kelapa. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Batik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Salah satunya, Sumarni Alisha Aprilia menciptakan pola baru dalam industri batik. Perempuan yang berhasil menjadi Duta Pemuda Kreatif Indonesia 2017 ini menjadikan kibasan sabut kelapa menjadi pola yang bisa menjadi tren baru dan bernilai tinggi.

Perempuan yang akrab disapa dengan nama Arni Alisha ini mengaku terinspirasi membuat pola kibasan sabut kelapa sebagai pengganti canting untuk membatik di atas kain. Saat ditemui tim brilio.net di kediamannya pada Selasa (18/12/2018), Arni mengaku bahwa ide awal karya ini saat ia ingin menyelesaikan tugas akhir atau skripsinya.

"Aku terinspirasi sejak aku ngerjain skripsi. Aku mencoba membuat pola dari sabut kelapa yang aku buat sendiri. Ternyata dari goresan sabut kelapa itu menghasilkan pola yang berbeda-beda," ujarnya.

Dari sabut kelapa tersebut Arni berhasil membuat pola baru dalam dunia batik yang ia beri nama pola kuas mekar, kuas gandeng dan pola kuas love. Ketiga kuas sabut kelapa tersebut masing-masing menghasilkan goresan pola yang berbeda-beda saat ditorehkan di atas kain putih.

Berbeda dengan batik tulis atau cap yang polanya lebih beraturan, pola batik kibasan sabut kelapa ini menghasilkan pola yang beragam. Setiap kibasan yang dihasilkan di atas kain berbeda dengan kibasan sebelumnya.

Soal ketahanan kuas sabut kelapa, Arni menjelaskan bahwa kuas dari sabut kelapa ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun tanpa merusak pola. Cara pembuatannya pun sangat mudah. Selain dapat memanfaatkan limbah kelapa, harga jualnya pun fantastis.

Beberapa motif yang telah dihasilkan oleh perempuan berusia 25 tahun ini pun beragam. Dari mulai batik Gantungan Ukel, Titik Telu, Pitakonan hingga batik yang bercorak Plesiran. Beberapa batik karya Artniq Batik ini telah dipasarkan secara manual dan online.

Pola kibasan sabut kelapa yang berbeda, membuat karyanya mempunyai nilai yang tinggi. Arni mengaku menjual kain batik kibasan sabut kelapanya tersebut mulai dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 12 juta. Arni pun merima pesanan batik sesuai dengan permintaan konsumen. Dari yang bergambar wayang dengan pewarna alami hingga gambar bunga dan daun dengan pewarna sintetis.

Dalam sebulan ia mampu menghasilkan 10 karya batik kibasan kelapa. Selain jualan online dan offline, Arni juga sering mengikuti event nasional maupun internasional. Baru-baru ini Arni mengikuti acara Future Leader Camp Batik Festival di Kyoto, Jepang. Ia mempresentasikan karya-karya tersebut di depan para peserta workshop dan para petinggi negera termasuk Kedubes Jepang. Dsy10

Berita Terbaru

Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi KUR yang Menyeret Mantan Pimpinan Cabang dan Dua Collection Agent

Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi KUR yang Menyeret Mantan Pimpinan Cabang dan Dua Collection Agent

Kamis, 09 Jul 2026 11:15 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 11:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur membongkardugaan praktik korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di PT BNI (Persero) T…

PKB Jalankan Perintah Kiai, Dukung Penuh Muktamar NU di Tambakberas Jombang

PKB Jalankan Perintah Kiai, Dukung Penuh Muktamar NU di Tambakberas Jombang

Kamis, 09 Jul 2026 11:09 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI, SURABAYA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes B…

Pemkot Surabaya Terus Perkuat Transformasi Digital dan Pelayanan Publik

Pemkot Surabaya Terus Perkuat Transformasi Digital dan Pelayanan Publik

Kamis, 09 Jul 2026 11:05 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat transformasi digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempertegas posisinya sebagai salah satu…

Layanan VCT HIV, Dinkes Kota Malang Sebut Sudah Tersedia di Setiap Puskesmas

Layanan VCT HIV, Dinkes Kota Malang Sebut Sudah Tersedia di Setiap Puskesmas

Kamis, 09 Jul 2026 10:58 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya strategis mendeteksi dini kasus human immunodeficiency virus (HIV), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Jawa Timur…

Sengketa Tembok Mutiara Regency Sidoarjo: Kuasa Hukum Bupati Sidoarjo Yakin Gugatan Warga Ditolak PTUN

Sengketa Tembok Mutiara Regency Sidoarjo: Kuasa Hukum Bupati Sidoarjo Yakin Gugatan Warga Ditolak PTUN

Kamis, 09 Jul 2026 10:53 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Sidang sengketa pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo, Sidoarjo, m…

Musim Kemarau, Disperkim Kota Madiun Intensifkan Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Musim Kemarau, Disperkim Kota Madiun Intensifkan Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Kamis, 09 Jul 2026 10:49 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanuti meningkatnya hembusan angin kencang saat memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas…