PPKM Darurat, Pelabuhan Sepi, Penumpang Merosot Hingga 25 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Kapal penumpang saat sandar di dermaga Ujung Surabaya. SP/Semmy Mantolas
Caption: Kapal penumpang saat sandar di dermaga Ujung Surabaya. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Aktivitas hilir mudik penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat terpantau sepi.

Tinjauan lapangan reporter Surabaya Pagi menunjukan, beberapa spot yang biasanya dipadati penumpang nampak lengang. Tempat verifikasi antigen, pemeriksaan GeNose hingga stan makan di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak, terpantau sepi

Dermaga pelabuhan tempat kapal nangkring pun terlihat kosong tak ada kapal. Bahkan beberapa agen tiket mengeluhkan penurunan penumpang selama sepekan terakhir.

"Sejak PPKM darurat sudah sepi, penumpang gak ada yang berangkat," kata salah satu agen tiket kapal laut Andi Sukiman saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (12/07/2021).

Penurunan penumpang kata Andi, terjadi pada beberapa rute perjalanan. Diantaranya tujuan Banjarmasin, Balikpapan, Lombok dan Papua. Sebelum PPKM darurat berlangsung, dalam seminggu tak kurang dari 10 tiket laris dibeli penumpang. Namun kini satu pun belum terjual.

"Soalnya ada aturan kartu vaksin, jadi akhirnya banyak yang batal berangkat," akunya.

Senada dengan itu, Kepala Urusan Pelayanan Penumpang dan Barang kapal Penumpang dan Perintis Mohamad Sholeh, mengaku selama sepekan terakhir terjadi penurunan penumpang kapal Pelni yang cukup signifikan.

"Berkurang mas, sekarang kapal milik Pelni itu hanya angkut 25 persen penumpang saja," kata Sholeh saat dihubungi Surabaya Pagi.

Sebagai informasi, sebelum diberlakukan PPKM darurat, satu kapal Pelni rerata mengangkut penumpang sebanyak 300 orang. Namun kini, dalam sehari kapal Pelni hanya mengangkut 75 hingga 100 orang.

"Jadi terasa sekali penurunannya, ya kita berharap agar pandemi bisa segera berakhir dan bisa kembali normal," pungkasnya.sem

 

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…