Eksis Usaha Minuman Ekocok yang Menyehatkan dan Kekinian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eko Setiawan dengan minuman minuman alpukat kocok buatannya. SP/ SBY
Eko Setiawan dengan minuman minuman alpukat kocok buatannya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bagi para pencinta kuliner kekinian, minuman alpukat kocok atau alpukat kerok kini sedang naik pamor. Terlebih, minuman itu memiliki kandungan manfaat yang bagus untuk kesehatan dan di tengan wabah pandemi Covid-19.

Salah satu pengusaha minuman ini adalah, Eko Setiawan pemiliki Ekocok membuka bisnisnya awal Oktober 2020. "Ide awalnya karena kecintaan gue terhadap buah alpukat, lalu iseng membuat inovasi, deh," ujar Eko.

Eko berinovasi dengan mencampurkan buah alpukat dengan keju, awalnya dia memberikan racikannya kepada anggota keluarga.  Namun, siapa sangka, ternyata resepnya itu sangat disukai. Menu alpukat kocok langsung jadi primadona. Terlebih, penjualnya juga memiliki paras yang tampan.

Ia membuka bisnisnya dengan modal kurang dari Rp 5 juta. Dia juga menuturkan, tidak pernah terbesit untuk memulai usaha sendiri.  Namun, usaha yang dia kembangkan sendiri itu memiliki profit yang besar.

"Untuk modal enggak banyak, alhamdulillah dari keuntungan itu bisa mencukupkan kebutuhan, bahkan lebih," tambahnya.

Ekocok sendiri diambil dari nama pemilik, yaitu Eko. "Selain nama gue Eko, kebetulan minuman ini diolahan dengan cara di kocok. Jadi, kepikiran untuk menggabungkannya jadi Ekocok,"  jelasnya.

 Eko sendiri mulai merasa nyaman menjadi pengusaha kecil-kecilan. Meskipun begitu, ia tetap bertanggung jawab sebagai salah satu karyawan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Awalnya itu iseng saja, tidak ada yang menduga kalau responsnya lumayan. Namun, tanggung jawab sebagai karyawan juga tetap gue terapkan, kok. Jadi, fokus keduanya," jelasnya. Namun, setiap usaha tidak selalu berada di atas. Eko merasakan pengalaman duka itu saat dirinya memulai bisnis tersebut. "Sedih banget, di awal buka banyak alpukat yang busuk karena sepi pembeli," kata Eko.

Banyaknya alpukat yang busuk itu, Eko harus rela membuangnya karena tidak laku. Namun, berkat kegigihannya, kedai yang tadinya sepi menjadi ramai hingga kewalahan. "Alhamdulillah sudah punya konsumen dan banyak pembeli juga," ungkapnya.

Ekocok sendiri memiliki 6 varian rasa yaitu original, milo, keju, nutella, ovomaltine, dan oreo. Eko menjual minumannya dengan harga yang pas di kantong pelajar yaitu mulai dari Rp 10 ribu-15 ribu. Minuman racikan Eko tentu dengan memakai jenis alpukat mentega dengan kualitas terbaik atau grade A.

Dalam sehari, Ekocok bisa menghabiskan puluhan kilogram. Melalui usahanya, Eko berharap bisa membuka cabang untuk bisnisnya ini.

"Harapan gue tentunya di 2021, bisa buka 5 cabang di Jakarta dan Tangerang, mohon doanya," harapan Eko. Meskipun saat ini banyak penjual alpukat kocok, tetapi Eko tidak khawatir karana menurutnya semua sudah ada yang mengatur. "Rezeki di tangan Allah, Insyaallah kami bisa bersaing. Salah satu caranya, kami memakai akun Instagram untuk datang ke @ekocokat," pungkasnya. Dsy3

 

Berita Terbaru

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas bermain, bergerak, dan …

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meraih empat penghargaan dalam ajang Surabaya Marketing Week 2026. Capaian t…

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kinerja core business PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, angkutan penumpang terus menunjukkan tren positif. Selama…