Gagal Lolos 16 Besar Gara-Gara Ombak dan Angin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peselancar putra asal Indonesia, Rio Waida saat tampil di Olimiade Tokyo 2020. SP/ Reuters
Peselancar putra asal Indonesia, Rio Waida saat tampil di Olimiade Tokyo 2020. SP/ Reuters

i

SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Atlet peselancar blasteran Indonesia-Jepang, Rio Waida, gagal lolos di babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020 lantaran kondisi ombak dan angin kencang yang tak mendukung di Pantai Tsurigasaki, Senin (26/7/2021) pagi WIB.

“Kondisi ombak sangat susah karena angin kencang seperti badai sehingga arus sangat deras. Saya masuk ke dalam laut, dan posisi di laut tidak seperti yang saya mau. Sepuluh menit pertama, saya bingung mau ke mana,” kata Rio, Selasa (27/7/2021).

Diterpa kondisi laut yang tidak mendukung tak membuat Rio pantang menyerah dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari ombak. Namun, pada akhirnya, kemenangan pada laga tersebut diraih oleh wakil Jepang, Kanoa Igarashi, dengan total nilai (12.00) – (14.00).

“Saya coba mencari ombak, akhirnya dapat juga. Saya mencoba tampil baik, tetapi mungkin di mata juri kurang bagus,” lanjut Rio Waida.

“Terakhir berusaha mengejar, tetapi tidak terkejar. Ombak sebenarnya banyak, tetapi sulit mencari yang bagus dan saya dapat, tetapi mungkin bermain surfing kurang. Jika saya dapat lebih banyak ombak, mungkin bisa memperbesar peluang saya,” tambahnya.

Selain itu, lawan Rio Waida juga diketahui merupakan ranking enam World Surfing League (WSL). Tentu saja, ini bukan merupakan hal mudah mengingat sang lawan bermain di kandang sendiri.

Pada babak man-on-man tersebut hanya peselancar yang menempati posisi pertama yang dapat melaju ke perempat final, sehingga Rio harus rela angkat kaki dari Olimpiade Tokyo.

"Terima kasih atas dukungan teman-teman dan Indonesia. Mohon maaf saya belum bisa membawa pulang medali. Saya akan berusaha lebih keras untuk bisa tampil lebih baik di Paris, 2024," kata Rio Waida.

Meski tersisih, Rio mendapatkan pujian dari Raja Sapta Oktohari selaku pemimpin NOC Indonesia. Raja Sapta Oktohari atau yang akrab disapa Okto, menilai Rio sebagai sosok atlet potensial yang luar biasa.

"Rio itu usia sangat muda 21 tahun dan punya potensi yang sangat luar biasa. Penampilan di Tokyo ini menjadi sebuah pelajaran berharga untuk bisa lebih baik ke depan, " ucap Okto.

Ke depannya, Rio harus menambah pengalaman bertanding dalam kejuaraan selancar level dunia. Sebab, cabor selancar dipastikan bakal dipertandingkan dalam tiga penyelenggaraan Olimpiade mendatang di Paris (2024), Los Angeles (2028), dan Brisbane (2032).

NOC Indonesia juga berkomitmen untuk mengawal karier Rio supaya bisa menjadi calon juara selancar masa depan. Dsy16

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…