SURABAYAPAGI.com, Jakarta -
Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Dewinta Pringgodani mendorong Presiden Joko Widodo, segera memberhentikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
“Pecat saja, Menkes Budi, sebab nggak becus urus pandemi," pinta Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Dewinta Pringgodani di Jakarta, Selasa malam (27/7).
Dewinta berpandangan posisi Menteri Kesehatan tidak cukup diisi oleh orang yang memiliki kemampuan manajerial. Tugas menangani efek pandemi Covid-19 mesti dilakukan oleh pejabat yang paham situasi kesehatan masyarakat.
"Pilih Menkes yang berlatar belakang ahli kesehatan," saran Dewinta.
Menurut Dewinta , Budi Gunadi Sadikin lulusan insinyur jurusan nuklir dan hanya mempunyai rekam jejak di sektor perekonomian, faktanya tak cocok memimpin Kementerian Kesehatan. Apalagi saat bencana pandemi virus corona.
Kata Dewinta, Menteri Kesehatan sepatutnya datang dari rumpun tenaga kesehatan atau ahli yang memiliki kemampuan memahami situasi kesehatan.
Dewinta menekankan, tantangan sistem kesehatan Indonesia ke depan akan lebih berat akibat pandemi Covid-19.
Jangan menimbulkan negara lain akan mencap Indonesia sudah bukan lagi darurat kesehatan, namun darurat kematian. Hal ini yg tdk boleh terjadi. Kondisi sekarang amat memalukan, maka dari itu pemerintah harus segera dapat bekerja keras menekan angka kematian masyarakat yang terpapar virus delta ini. Indonesia butuh Menkes yang cakap dan ngerti kesehatan," demikian Dewinta
Dewinta mengkritik ini didasarkan kasus kematian akibat virus Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor baru.
“Mengutip dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kasus meninggal sampai Selasa tercatat sebanyak 2.069 orang. Angka ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang tercatat pada Jumat (23/7) yang sebanyak 1.559 orang. Kasus kematian akibat Covid-19 bikin horor. Dengan angka 2.069 kasus artinya setiap 42 detik ada satu warga yang meninggal," tambah Dewinta Pringgodani.
Pengamat politik Dewinta menilai kondisi seperti tidak boleh dibiarkan, karena membuat negara-negara lain ketakutan.
"Kalau orang asing takut ke Indonesia, bagaimana mau berinvestasi disini," ingat Dewinta.
Ia mencatat totalnya kasus meninggal akibat Corona di Indonesia sudah sebanyak 86.835 orang atau sebesar 2,7 persen dari total kasus positif. (jk/cr2/rmc)
Editor :
Moch Ilham
Berita Terbaru
Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB
Oleh Deni Wicaksono
Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…
Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB
SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…
Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…
Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB
SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…
Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB
SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…
Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB
Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB
SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…