Sukses Aplikasikan Media Arang Sebagai Pewarna Lukisan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Indah Nur Safitri ketika menyelesaikan salah satu lukisannya di rumah. SP/ TLG
Indah Nur Safitri ketika menyelesaikan salah satu lukisannya di rumah. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Indah Nur Safitri merupakan salah satu pelukis muda asal Tulungagung yang memanfaatkan benda di sekitar sebagai pengganti media lukis yaitu menggunakan arang sebagai proses pewarnaan lukisannya tersebut.

Ketertarikannya pada dunia gambar semakin menjadi ketika pertengahan tahun 2015 silam. Saat itu dia tak sengaja membuat sketsa wajah menggunakan pensil. Tak disangka, mendapat apresiasi dan masukan dari teman sebayanya.

Lantas dia mulai berani kembangkan diri secara otodidak melalui YouTube. Hingga akhir tahun 2015 dia memutuskan untuk memberanikan diri membuka bisnis jasa sketsa wajah sebagai hadiah.

Sementara dalam proses pemanfaatan arang sebagai media lukis. Pertama, arang ditumbuk hingga hancur. Kemudian disaring agar menghasilkan bubuk yang lebih halus. Lantas siap digunakan sebagai media pewarna. Untuk pengaplikasian, dirinya memanfaatkan kuas gambar dan tisu. Menurut dia, arang lebih mudah dihapus dan proses pengerjaan memakan waktu relatif singkat.

Namun, Indah mengaku, salah satu kesulitan dasar menggunakan arang yakni mengatur ketebalan arang saat mewarna. Pasalnya, menggunakan bubuk dan kuas sehingga harus lebih hati-hati saat pengaplikasian.

Membagi waktu antara kuliah dan jalankan bisnis gambar menjadi kesulitan baginya. Karena menjadi seorang seniman lukis harus memiliki kesiapan fisik dan mental. Kesiapan fisik lantaran harus pandai mengatur waktu sebaik mungkin. Sementara kesiapan mental berkaitan dengan persaingan dalam industri kreatif. “Karena untuk jadi seniman, harus konsisten juga dalam melukis. Belum lagi saat karya kita ditiru orang lain atau bahkan dijiplak. Harus siap bersaing,” katanya.

Meski mampu melukis menggunakan alat lukis lain, dia mengaku lebih memilih membuat sketsa. Pasalnya, lebih menyukai lukisan realis atau sesuai dengan realitas. Untuk pemasaran, tak hanya Tulungagung, tapi hingga luar kota. Seperti Kudus, Tangerang, Jepara, dan Malang.

Untuk menambah wawasan dan pengalaman, tak jarang dia ikut berbagai ajang pameran lukis. Baik di Tulungagung maupun tingkat Jawa Timur. Ke depan, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, ini ingin membuka galeri lukis sendiri dan membuat pameran tunggal untuk semua karyanya. “Cita-cita semua seniman pasti ingin membuat pameran tunggal. Saya bersyukur hobiku ini mendapat dukungan dari keluarga dan akan terus saya kembangkan,” pungkasnya. Dsy12

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…