Pengelola Wisata di Banyuwangi Keluhkan Penutupan Tempat Wisata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Air Terjun di Banyuwangi. Selama penerapan PPKM seluruh tempat wisata ditutup sementara.
Air Terjun di Banyuwangi. Selama penerapan PPKM seluruh tempat wisata ditutup sementara.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi – Penutupan destinasi wisata selama penerapan PPKM di Banyuwangi mulai dikeluhkan sejumlah sejumlah pengelola wisata yang tergabung dalam Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Mereka mengaku kesulitan untuk membayar biaya operasional yang tetap harus dikeluarkan. Selain itu, penutupan destinasi wisata ini juga berdampak pada ribuan pekerja wisata dan ratusan UMKM yang ada di destinasi.

Menurut Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Azis, perpanjangan PPKM ini sangat berdampak kepada pelaku wisata. Karena destinasi wisata tidak diperbolehkan untuk beroperasi. Padahal menurutnya selama ini tidak pernah ada klaster destinasi wisata.

"Kami ingin destinasi wisata dibuka. Kami siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Azis yang juga Ketua Pokdarwis yang mengelola destinasi wisata Grand Watu Dodol (GWD), Sabtu (31/7/2021).

Azis menambahkan, meskipun tutup, destinasi wisata tetap harus melakukan perawatan dan membayar tagihan listrik. Dia ingin ada relaksasi dalam pembayaran tagihan listrik. Sebab jangankan untuk membayar listrik, akibat penutupan ini, untuk biaya perawatan destinasi wisata saja pengelola sudah kesulitan.

Hal ini, kata dia, juga dirasakan oleh pengelola De Djawatan, Pemandian Alam Jopuro, Pulau Merah, Pantai Mustika dan juga pengelola GWD. Asosiasi Pokdarwis ini menaungi 86 destinasi wisata di seluruh Banyuwangi.

Menurutnya, ada 500 UMKM di destinasi wisata yang juga tidak bisa berjualan karena penutupan destinasi. Selain itu, yang paling terdampak atas penutupan destinasi wisata ini adalah para pekerja yang ada di masing-masing destinasi wisata. Dari 86 destinasi wisata itu, total ada 5.500 yang terdampak.

"Mohon ini juga diperhatikan. Kami ingin solusi karena pelaku wisata saat ini posisinya terjepit agar kami bisa bertahan. Karena rata-rata kami mengelola wisata alam dan dikelola secara mandiri," pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, pengelola De Djawatan, Bagus Joko menyatakan, pada intinya ada empat poin yang diinginkan anggota Asosiasi Pokdarwis. Pertama, ada kelonggaran pajak porporasi dalam satu tahun. Kedua, kelonggaran terhadap biaya penggunaan listrik atau relaksasi pembayaran listrik. Ketiga, adanya bantuan sosial bagi UMKM yang ada di destinasi wisata.

"Dan kami ingin destinasi wisata dibuka tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami siap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," pungkasnya.

Berita Terbaru

Jelang Pilkades Serentak 2027, Pemkab Malang Susun Rencana Pembentukan BPD

Jelang Pilkades Serentak 2027, Pemkab Malang Susun Rencana Pembentukan BPD

Senin, 19 Okt 2026 11:16 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkades) Serentak yang akan diselenggarakan pada 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang,…

Perkuat Mitigasi Kebakaran, BKSDA Jember Pantau Titik Api di Pegunungan Argopuro

Perkuat Mitigasi Kebakaran, BKSDA Jember Pantau Titik Api di Pegunungan Argopuro

Senin, 19 Okt 2026 11:06 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti adanya temuan titik api di Pegunungan Argopuro dan di sejumlah bagian Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, Bidang…

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Titik Temu Kepentingan Komersial dan Berkelanjutan

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:52 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Transisi hijau di Asia Tenggara dapat semakin berkembang ketika pilihan yang lebih ramah lingkungan juga menjadi lebih nyaman, mudah di…

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Kilang Plaju Produksi 295.263 Barel Avtur hingga September 2026

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Sumatera Selatan, mencatat produksi bahan bakar pesawat udara atau avtur sebanyak 295.263 barel…

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

OJK Soroti Keamanan Siber dan Ketahanan Bisnis untuk Jaga Kepercayaan Digital

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan terhadap ekosistem…

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Ada 1.324 Pembatalan Penerbangan Akibat Kebakaran Hutan

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan berjadwal domestik terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 11…