Sukses Produksi Tempe hingga 2.500 Kilogram Per Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Imam Sutanto yang sedang memproduksi tempe. SP/ BLT
Imam Sutanto yang sedang memproduksi tempe. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Imam Sutanto mengenal usaha maupun produksi tempe sejak 2006 silam karena sang istri, merupakan anak dari seorang produsen tempe. Sehingga, membantu membuat atau memproduksi tempe adalah kegiatan setiap harinya.

"Kenal produksi tempe itu setelah menikah sama istri dan tinggal disini. Karena memang keluarga istri itu tukang buat tempe turun temurun," tuturnya.

Dia lebih memilih untuk menyiasati ukuran tempe dari pada harus ikut menaikkan harga tempe. Sebab, dengan harga tempe yang mahal akan membuatnya kehilangan pelanggan. Meskipun tak sedikit juga pelanggan yang sudah memahami mahalnya harga kedelai.

Mulai dari menyiapkan bahan, membuat tempe, hingga menjual tempe, sudah menjadi rutinitasnya bersama sang istri setiap hari. Juga dibantu beberapa pekerja. Sehingga, sudah cukup memahami dan merasakan naik turunnya harga kedelai, sebagai bahan utama dalam membuat tempe. Seperti yang kini terjadi, kenaikan harga kedelai bertahan sejak beberapa bulan terakhir.

"Naiknya harga kedelai ini sudah lama, sejak awal tahun lalu. Kemarin sempat turun jadi sekitar Rp 9.400 per kilogram (kg), terus sekarang sudah agak naik lagi jadi Rp 9.700 per kg. Ya lumayan turun daripada pas awal naik itu sekitar Rp 10 ribu lebih untuk satu kg kedelai," bebernya.

Kenaikan ataupun penurunan harga kedelai memang menjadi hal yang wajar dirasakan oleh produsen tempe. Namun, naiknya harga kedelai yang berkepanjangan mengharuskan produsen lebih kreatif. Apabila tak ingin gulung tikar.

"Orang usaha sudah pasti kreatif, sudah pasti langsung putar otak untuk tetap bisa bertahan. Ya termasuk saat menghadapi kenaikan harga kedelai saat ini," ujarnya.

Tak hanya itu, ayah empat anak itu, juga memilih untuk mengurangi jumlah produksi tempe. Normalnya, Imam dapat memproduksi sebanyak 2.500 kg tempe per hari. Namun, kini hanya memproduksi sekitar 2.000 kg saja setiap harinya.

"Mau enggak mau ya memang harus disiasati dan dikurangi. Enggak masalah, karena pelanggan juga tidak terlalu sadis. Mereka memahami kalau harga kedelai memang mahal," terangnya.

Kendati harus memutar otak untuk mesiasati mahalnya harga kedelai, menjaga kualitas dan cita rasa tetap perlu dipertahankan. Termasuk mempertankan pembuatan tempe secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar. Sebab, tak sedikit pelanggan yang memilih tetap membeli tempe karena cita rasanya bukan ukurannya. Dsy3

Berita Terbaru

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kota Madiun. Kali ini, kantor Dinas Komunikasi da…

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur mengingatkan pentingnya…

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kembali Kantor Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing melalui Koordinasi Lintas Instansi, kali ini di…

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan ke rumah Camat Taman, Yusuf, setelah sebelumnya men…

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto akan meluncurkan sistem  parkir non-tunai menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi serta menutup …

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Dalam rangka memberikan nilai tambah ekonomi bagi pemkab dan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mengusulkan…