Sindrom Text Neck, Penyakit yang Serang Aktivitas WFH

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sindrom Text Neck saat melakukan aktivitas WFH. SP/ SBY
Sindrom Text Neck saat melakukan aktivitas WFH. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama pandemi Covid-19 banyak para pekerja harus bekerja dari rumah, Work From Home (WFH) untuk mencegah penyebaran klaster Covid-19. Namun, banyak aktivitas WFH yang ternyata dapat menyebabkan sindrom Text Neck.

Sindrom ini dikaitkan dengan aktivitas berkirim pesan terlalu lama, namun berbagai aktivitas lainnya yang membuat kamu harus menunduk terlalu lama untuk melihat layar genggam, seperti bermain game, bekerja, atau browsing, juga bisa menyebabkan sindrom text neck.

Dokter konsulran Nyeri di Denpasar, Prof DR dr I Ketut Suyasa SpB SpOT (K), sindrom text neck ini sebenarnya adalah istilah yang diciotakan oleh seorang chiropractor asal Amerika Serikat. "Istilah tersebut untuk menunjukkan cedera yang terjadi akibat tekanan berulang dan nyeri di daerah leher akibat menonton atau mengirim pesan teks secara berlebihan pada perangkat genggam selama periode waktu tertentu," jelasnya, Jumat (13/8/2021).

Penyebabnya adalah karena postur kepala yang cenderung ke depan dan bagian bahu menonjol. Kondisi ini disebabkan karena terlalu lama menunduk melihat smartphone, otot di leher, dada, dan punggung atas bisa menjadi tidak seimbang, karena postur kepala ke depan terlalu lama.

Selain gejala tersebut, masih banyak gejala tidak nyaman yang disebabkan oleh kebiasaan ini. "Karena itu, untuk mencegah terjangkit syndrom ini, maka seseorang yang tetlalu lam beraktivitas dengan smartphone harus mulai membiasakan pola managemen waktu menggunakan smartphone," lanjutnya.

Selain managemen waktu penggunaan smartphone hal lain yang juga harus diperhatikan jika sudah menggunakan smartphone dalam waktu yang lama adalah, cara menggunakan smartphone, mulai dari menempatkan smartphone sejajar dengan mata, sehingga tidak perlu menhnduk ketika menggunakannya. 

Namun jika kondisi nyeri sudah tidak tertahankan lagu, dr. Suyasa menghimbau si pasien segera melakukan konsultasi ke dokter. "Karena jika kondisi nyeri dibiarkan dalam waktu lama, maka kondisi tersebut bisa berpengaruh pad kerusakan otot atau sistem sarat yang ada," tambahnya.

Bila terpaksa menggunakan smartphone dalam waktu lama, usahakan posisi smartphone sejajar dengan posisi mata. Sebuah studi mengatakan bahwa berat kepala manusia pada posisi netral sekitar 5-6 kg. pada posisi menunduk dengan sudut 15° berat ini bertambah 20 kg, 30 kg pada posisi menunduk 60°. 

Selain itu, dapat melakukan perenggangan otot dengan tundukkan dan tengadahkan kepala secara bergantian, lalu tekuk ke kanan dan kiri bergantian. Juga lakukan gerakan memutar bahu searah dan berlawanan arah jarum jam secara bergantian. Dengan peregangan ini diharapkan otot dapat kembali normal dan terhindar dari sindrom text neck. Dsy5

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …