Tahun "Windu Sancohyo" Masanya Indonesia Bersinar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjaga prokes (memakai masker) guna pandemi segera berakhir.
Warga beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjaga prokes (memakai masker) guna pandemi segera berakhir.

i

Perhitungan Dalang Ki Surono Memasuki Tahun Baru Islam 11 Agustus 2021

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Percaya atau tidak datangnya tahun baru Islam yang berbarengan dengan tahun baru dalam kalender Jawa. Seorang dalang kondang (terkenal) menghitung dengan alam perhitungan kalender Jawa, tahun baru mulai 11 Agustus 2021 ini, memasuki 'Windu Sancohyo' alias 8 tahun masanya bersinar setelah masa kesengsaraan.

Tokoh Adat yang juga dalang kondang Gunungkidul, Ki Surono menuturkan, tahun-tahun lalu merupakan tahun Windu Sengoro, artinya musibah atau kesengsaraan, dan sekarang Windu Sancohyo, maknanya sumunar atau bercahaya. "Dan yakinlah bahwasanya pelaku kejahatan dalam bentuk apapun akan sadar dan insaf," ujarnya, Kamis (12/8/2021).

 

Intip Primbon Jawa

Ki Surono menerangkan, mengintip primbon orang Jawa, satu windu ada 8 tahun. Dan Windu itu dibagi empat, masing-masing adalah Windu Adi, Windu Kuntoro, Windu Sengoro, dan Windu Sancohyo. Dan menurut perhitungan Jawa, sejak 2013 sampai 2021 masuk Windu Sengoro.

Dan Windu Sengoro berahir pada 10 Agustus atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Arti sengoro sebenarnya adalah penuh dengan musibah. Jadi setelah 1 Suro, bangsa Indonesia akan segera memasuki Windu Sancahya. "Mudah-mudahan kita segera bebas dari pandemi Corona," harapnya.

 

Berbagai Musibah Selama ini

Menurut Ki Surono, berbagai musibah yang terjadi dalam 8 tahun belakangan ini bagi masyarakat Jawa memang bukan sesuatu yang aneh. Sehingga berbagai musibah banyak terjadi sejak 8 tahun terakhir. Dan ia yakin musibah termasuk pandemi Covid-19 tersebut akan segera berakhir.

Sehingga ia yakin kehidupan segera pulih dan perekonomian akan berputar kembali serta ketentraman bisa tercapai. Demikian juga dengan para pelaku kejahatan akan segera sadar.

"Setelah melewati tahun kesengsaraan maka Indonesia akan menjadi negara yang makmur gemah ripah loh jinawi," kata Ki Surono.

 

Trah keluarga Keraton

Cucu Sri Sultan HB VIII, Gusti Kukuh Hestrianingsih mengatakan, meski para pujangga seperti Ki Surono berasal dari trah keluarga Keraton Ngayogyakarto, namun uraian tersebut tidak mewakili pernyataan resmi keraton.

"Tapi uraian para pujangga ini bisa menambah wawasan masyarakat," katanya. n jo/erk/cr2/rmc

Berita Terbaru

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Rampung Dibangun, Operasional 252 KDKMP Ponorogo Masih Tunggu Verifikasi Lapangan

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Meski sebanyak 252 dari 307 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo, telah rampung dibangun, namun untuk…

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Beri Kepastian Hukum, Pemkab Banyuwangi Tetapkan Perda Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna menjamin perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial bagi pekerja migran serta keluarganya, DPRD dan Pemerintah Kabupaten…

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kekeringan hingga Krisis Air Bersih, Warga di Jombang Rela Ambil Air Irigasi

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau mengakibatkan pasokan air menipis bahkan hingga krisis air bersih, salah satunya yang…

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Gegara Bakar Sampah Nyaris Picu Kebakaran di Permukiman Sidomulyo Batu

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Lagi, insiden kebakaran hampir melanda kawasan padat permukiman Jalan Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kali…

Perkuat Ekosistem Smart Integrated Farming, Pemkot Siapkan Tanah hingga Pasar

Perkuat Ekosistem Smart Integrated Farming, Pemkot Siapkan Tanah hingga Pasar

Kamis, 08 Okt 2026 14:44 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya dalam menjaga daya tarik sekaligus nilai profitabilitas bagi para petani, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu perkuat…