Pandemi, Petani Santri Ini Bisa Kirim Pisang Cavendish 5 Ton Perhari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Sholahuddin saat memanen pisang cavendish, bersama Kapolres Tuban AKBP Darman.SP/MUHAJIRIN KASRUN
H. Sholahuddin saat memanen pisang cavendish, bersama Kapolres Tuban AKBP Darman.SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYA PAGI, Lamongan - Jihad ekonomi yang dilakukan oleh H. Sholahuddin mulai menui hasil. Meski masih dalam kondisi pandemi covid-19, alumni santri dan sang inisiator penanaman pisang cavendish di wilayah Lamongan dan sekitarnya ini, saat ini sudah bisa kirim antara 4-5 ton perhari pisang cavendish di beberapa daerah dan kota di Jawa Timur.

Pengiriman pisang dengan brand Yasmin yang baru 4-5 ton tersebut, seperti disampaikan oleh Sholahuddin, karena disesuaikan dengan kapasitan produksi, padahal permintaan di pasar lokal Jawa Timuran setiap harinya permintaan mencapai 12-15 ton perhari.

"Saat ini kami baru bisa kirim pisang cavendish ke beberapa pasar tradisional dan pasar modern di lokalan Jawa Timuran, per hari sampai 4-5 ton," kata pria yang juga alumni Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan, saat memanen pisang di kebunnya bersama Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K di Desa Brangsi Kec Laren, Sabtu (14/8/2021).

Disebutkan olehnya, sebenarnya banyak sekali permintaan pisang cavendish ini, mulai dari Semarang, Solo, Yogyakarta dan beberapa kota besar dalam negeri. Namun dirinya bersama mitra petani lainnya masih belum bisa melayani, karena keterbatasan produksi.

Selain permintaan dari beberapa kota besar di dalam negeri kata Sholah, panggilan akrab Sholahuddin, permintaan pisang jenis cavendish ini juga ada dari luar negeri, mulai Malaysia dan Turki. Malaysia misalnya minta dikirim perbulan 1000 ton. " Memang permintaan pasar pisang cavendish cukup besar baik di dalam negeri maupun luar negeri, namun kami belum bisa penuhi permintaan itu, negara Turki yang permintaanya malah cukup besar sampai 100 ton perbulan," jelasnya.

Untuk memenuhi permintaan meski tidak semaksimal yang diinginkan pasar, pihak nya kini terus mendorong para mitra petani untuk mengembangkan dan menanam pisang cavendish. Saat ini kata Sholah, sudah 192 hektar tanaman pisang yang ia tanam bersama beberapa petani sekitar.

Jumlah tersebut sekitar 53 hektar milik nya dibawah bendera PT Wangsa, selebihnya milik mitra petani yang ada di wilayah Lamongan, dan sebagian di wilayah Tuban. "Karena hasilnya sudah cukup bagus, dan jihad ekonomi yang saya lakukan sudah menui hasil, saya mengajak mitra dan petani untuk terus menanam pisang cavendish, agar target 1000 hektar tanaman pisang tahun 2023 bisa terealisasi, agar bisa memenuhi permintaan pasar secara maksimal," ungkapnya.

Meski target yang ia canangkan pada tahun 2023, namun dari antusias petani dan mitranya saat ini, perkiraan tahun 2022 hampir sudah memenuhi target 1000 hektar lahan tanaman pisang cavendish. "Semoga tidak sampai tahun 2023 sudah penuhi target tanam 1000 hektar," harapnya.

Sementara itu, tananaman pisang cavendish ini dari satu pohon pisang, rata-rata bisa diperoleh buah pisang seberat 25 sampai 30 kilogram per tandannya. Tetapi jika pemupukannya bagus dan perawatannya ekstra terangnya, satu tandannya bisa menghasilkan 40 sampai 50 kilogram.

Untuk harganya pun bervariasi, tergantung kriteria, grade dan kualitasnya. "Kadang ada yang dijual langsung dengan sistem root atau langsung borongan tandan, ada juga yang masuk dalam kemasan box dengan berat bersih 13 kg di tiap boxnya. Harganya pun variatif, tergantung grade dan kualitasnya, ada A, B, dan C," imbuhnya.

Untuk analisa usaha produksi sampai panennya, dalam satu hektare lahan pisang cavendish rata-rata membutuhkan biaya Rp 80 sampai Rp 90 juta. Dengan harga jual buah pisang rata-rata sekitar Rp 100-112 ribu per tandan, dimana satu hektare bisa menghasilkan Rp 250 juta, dengan populasi 2200 batang pohon.jir

Tag :

Berita Terbaru

Wamen: Nusron, Pasti Ikuti

Wamen: Nusron, Pasti Ikuti

Kamis, 17 Sep 2026 07:38 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid tidak hadir dalam rapat di DPR selama dua hari b…

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com – Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq sudah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). K…

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Skandal ini membongkar praktik kongkalikong pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. Kasus bermula dari pengajuan perpanjangan HGB a…

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…