Minta Maaf, Jerinx pun Divaksin Sinovac

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jerinx meringis kesakitan saat disuntik vaksin Sinovac di Polda Metro Jaya, Sabtu kemarin.
Jerinx meringis kesakitan saat disuntik vaksin Sinovac di Polda Metro Jaya, Sabtu kemarin.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus ancaman kekerasan yang dilakukan musisi I Gede Ari Astina atau Jerinx kepada blogger Adam Deni terus bergulir. Terbaru, meski Adam Deni telah memaafkan Jerinx, tetapi Adam Deni ogah untuk mencabut laporan.  Di hadapan penyidik yang melakukan mediasi, Adam Deni meminta agar kasusnya tetap berjalan. Deni sepertinya ingin kasus ini hingga ke pengadilan dan suami Nora Alexandra itu dipenjara.

"Pertimbangan saya kenapa ini jalan yang saya ambil, karena ini sudah bergulir di jalur hukum yang sesuai. Jadi saya memaafkan tapi tidak melupakan. Saya memutuskan untuk tetap melanjutkan kasus ini di kepolisian," kata Adam Deni menegaskan.

Penggiat sosial media itu mengaku, sebelum membuat laporan ke Polda Metro Jaya, ia telah meminta Jerinx SID untuk menyampaikan permohonan maaf. Namun pemilik nama asli I Gede Aryastina ini menolak. "Karena juga sebelum melaporkan, saya sudah meminta adanya mediasi. Tapi  saya ditolak, malah ditantang untuk ambil jalur hukum, dan saya malah dibilang bukan siapa siapa," kata Adam Deni mengungkap.

Pengajuan syarat untuk berdamai yang diajukan Adam Deni tergolong mudah. Jerinx Hanya diminta membuat video permintaan maaf ke publik dan dirinya.

"Sebelum melaporkan saya hanya meminta syarat kepada terlapor untuk buat video permintaan maaf ke publik dan saya. Terutama ke publik soal endorsment covid," imbuh Adam Deni.

Adam Deni pun memastikan tidak meminta sejumlah uang ke Jerinx sebagai syarat perdamaian. Bahkan dia juga meminta kepada warganet untuk tidak memperkeruh kasusnya dengan Jerinx.

"Saya juga terus berkonsultasi hukum dengan kuasa hukum saya. Setelah mediasi pertama itu ditolak, kemungkinan damai sangat kecil. Saya tidak menutup apa-apa dan saya tidak meminta nominal sama sekali. Mohon teman-teman jangan memanaskan situasi," ucapnya.

Walau pihak Polda Metro Jaya ingin menfasilitasi mediasi beikutnya, Adam Deni memastikan tidak akan mencabut laporannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan mediasi antara Jerinx dan Adam Deni berlangsung selama hampir satu jam pada Sabtu (14/8/2021). "Terlapor, Saudara J, sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Dan pelapor pun, Saudara ADG, sudah menerima permintaan maaf secara pribadi," kata Yusri.

Dalam mediasi tersebut, Jerinx sudah mengakui perbuatannya. "Saudara J sudah mengakui, memang betul dia yang melakukan pengancaman melalui media elektronik," ucap Yusri.

Meski begitu, Yusri menyampaikan, Adam Deni meminta kepada penyidik Polda Metro Jaya agar tetap menindaklanjuti laporannya. "Walau sudah memaafkan secara pribadi, tetapi meminta proses hukun oleh penyidik tetap berjalan sesuai dengan aturan hukum dan Undang Undang yang ada," ujar Yusri.

Kendati demikian, Yusri menegaskan, penyidik sebagai mediator tetap membuka ruang mediasi untuk keduanya sebelum berkar perkara dilimpahkab ke kejaksaan.

 

Akui Percaya Covid-19

Meski begitu, Jerinx akhirnya mengakui kalau dirinya mempercayai adanya Covid-19. Atas tindakan itu, sebagai bentuk ikut memerangi Covid-19, Jerinx bersedia untuk divaksin menggunakan vaksin Sinovac. Hal itu terungkap dari unggahan di akun Instagram terbarunya @true_jrx. "Saya pertegas sekali lagi, saya percaya CV19 itu ada," tulis Jerinx.

Sebab, orang-orang terdekatnya juga pernah positif Covid-19. Mulai dari ibu mertua, teman kerja. Tapi dia bersyukur mereka selamat dari virus tersebut.

Dalam unggahannya, Jerinx juga meminta maaf jika ada orang yang tersinggung dengan pernyataan dia sebelumnya soal endorse Covid.

Baginya apa yang dia sampaikan lewat akun Instagram @JRXSID yang masih hilang sampai saat ini, adalah upayanya dalam menyeimbangkan informasi yang ada.

"Sebab pandemi ini memiliki banyak sekali lapisan persoalan dan sudut perspektif yang berbeda-beda," tulis Jerinx.

"Jangankan saya yang hanya musisi, para akademisi di Indonesia dan negara besar lainnya juga tak sedikit yang memiliki pandangan berbeda dengan narasi populer," imbuhnya.

Karena itu, Jerinx berharap apa yang pernah dia ucapkan di akun itu sebelumnya bisa dipahami sebagai penyeimbang informasi dan tidak ada niat untuk memandang remeh kematian seseorang akibat Covid-19.

Atas berbagai pertimbangan itulah, akhirnya mulai 4 Juli 2021, Jerinx memutuskan untuk tidak terlibat lagi dalam polemik Covid-19.

Dalam unggahannya itu, Jerinx juga menyatakan kesediaannya untuk menerima vaksin Covid-19 Sinovac, setelah mendapat masukan dari ahli virologi dengan mempertimbangkan riwayat penyakit hepatitis yang pernah dialami.  Sikap Jerinx ini disambut bahagia istrinya, Nora Alexandra. Nora ikut membagikan unggahan Instagram suaminya itu di akun @ncdpapl. "Good. Akhirnya nyusul aku juga mau di Vaksin, dan juga mau menerima saran dari aku," tulis Nora. erk/jk/ril

Berita Terbaru

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Gresik menjadi alarm serius bagi dunia p…