Dari Hobi Koleksi, Kini Bisnis Barang Antik dan Berseni

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Agus Hernowo saat berada di art shop miliknya yang berisi barang-barang antik dan berseni. SP/ MJK
Agus Hernowo saat berada di art shop miliknya yang berisi barang-barang antik dan berseni. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Agus Hernowo menjadi kolektor lantaran hobinya yang suka mengoleksi barang-barang antik bernilai sejarah atau ornamen lawas bernilai seni, hingga akhirnya banyak orang yang berminat untuk membeli koleksinya tersebut dengan harga tinggi hingga ratusan juta.

Agus mengaku dirinya mulai mengoleksi barang antik tersebut sejak tahun 2005. Seiring berjalannya waktu, tahun 2010 barang yang dikumpulkan di art shop miliknya tersebut mulai menumpuk.

Kemudian, ia mencoba untuk menawarkan barang-barang kepada teman seprofesinya untuk dilego. ”Karena barang sudah banyak, kemudian sebagian saya jual agar tidak menumpuk,” imbuhnya.

Barang antik tersebut kebanyakan berupa gebyok, meja, kursi, almari, dan beberapa barang langka hasil kerajinan tahun 1970-an. Agus bahkan telah memiliki tiga tempat yang dijadikan penyimpanan atau art shop sejumlah koleksinya. Ketiganya didesain dalam berbentuk rumah kuno yang unik.

Selain itu, menurut Agus dirinya sengaja membuat sejumlah barang kuno dan ornamen lawas yang tampak kusam, namun mengandung makna seni. Seperti gentong, kereta, dan pendapa atau joglo, kursi, meja, gebyok, ranjang, almari, bahkan lampu obor yang biasa digunakan masyarakat zaman dulu sebelum keberadaan listrik.

”Sengaja barang ini saya biarkan kusam, biar nilai sejarahnya tidak hilang. Dan, meski terlihat berdebu seperti ini tetap bersih. Ini bertanda kalau barang ini benda kuno,” ujarnya.

Ya, meski terlihat kusam barang itu harganya mencapai Rp 30 juta hingga Rp 100 juta. Mahalnya barang, kata dia, tergantung dari corak lukisan dan tahun peninggalan. Peminat yang datang tidak hanya dari Mojokerto, namun hampir kota-kota besar di Jawa, bahkan luar pulau Jawa datang ke art shop miliknya.

Menurut Agus, sejumlah barang antik itu rata-rata didapat dari pedesaan terpencil di wilayah Jawa Timur. Meliputi, Mojokerto, Madura, Gersik, Banyuwangi, Situbondo, dan beberapa daerah lainnya.

Tidak jarang, dirinya mendapati barang dari penjual yang kualitasnya sudah tampak rapuh dan dimakan rayap. Namun, ketika tiba di tempat koleksinya, Agus kemudian melakukan pembersihan dan perbaikan dengan tanpa meninggalkan unsur keaslian dan seninya.

”Biasanya ini hanya ada di pedesaan. Tapi, kalau ada yang menawarkan, saya langsung membeli untuk diperbarui. Kemudian saya jual jika ada yang minat,” tandasnya. Dsy3

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…