Tawar Tisu Bekas Messi Seharga Rp8,6 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Model majalah Playboy, Luana Sandien. SP/ SBY
Model majalah Playboy, Luana Sandien. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perpisahannya dengan Barcelona membawa rasa sedih yang mendalam bagi Lionel Messi. Messi tak kuasa menahan air mata saat menghadiri acara perpisahan dengan Barcelona di Camp Nou pada 8 Agustus 2021. La Pulga menangis di kala memulai pidato perpisahannya.

Istri Messi, Antonella Rocuzzo, sampai harus memberikan tisu kepada Messi untuk bisa mengelap air matanya. Bekas tisu tersebut kemudian dijual seseorang lewat dunia maya dengan deskripsi mengandung materi genetik Lionel Messi, sehingga pembelinya dapat meniru kehebatan bintang 34 tahun tersebut.

Harga tisu yang dipatok 1 juta dolar AS (sekitar Rp 14 miliar) ternyata banyak yang berminat untuk membelinya, salah satunya adalah seorang model majalah dewasa tertarik membelinya dengan harga fantastis.

Sandien merupakan fans berat Messi dan Barcelona. Model asal Brasil ini bahkan pernah menjalani sesi pemotretan majalah Playboy dengan mengenakan jersey Blaugrana.

Sandien mengajukan tawaran buat membeli tisu itu seharga 600 ribu dolar AS (Rp 8,6 miliar). "Saya menawar 600 ribu dolar AS untuk bekas tisu Messi. Setelah itu iklannya hilang," kata Sandien, Selasa (24/8/2021).

"Iklan tersebut mengudara tanpa memberi informasi lebih lanjut tentang penjualan ini, jadi kami tidak tahu apakah ada yang membeli artefak tersebut, atau si pengiklan justru menyerah. Saya harap saya bisa mendapatkannya," ujarnya.

"Saya selalu mendukung Barcelona karena saya tinggal di Spanyol, jadi pengaruh mereka di sini lebih kuat. Saya merasa para pemainnya jauh lebih keren ketimbang tim-tim lain," demikian kata Luana Sandien.

Sementara itu, Lionel Messi sendiri kini sudah resmi bergabung ke klub Prancis, Paris Saint-Germain. La Pulga kabarnya baru bisa debut bersama Les Parisiens pada akhir pekan ini. Dsy14

Berita Terbaru

Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

Rabu, 11 Feb 2026 10:16 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Multazamudz Dzikri mengungkapkan lemahnya pembangunan dan pengelolaan sungai yang menjadi kewenangan P…

Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Rabu, 11 Feb 2026 10:05 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Program makanan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto memang menuai pro kontra. Salah satunya, sebanyak…

Klaim Telah Urus Izin Tapi di SIMBG Masih Zonk, Pengelola Zam-Zam Residence "Berbohong"...?

Klaim Telah Urus Izin Tapi di SIMBG Masih Zonk, Pengelola Zam-Zam Residence "Berbohong"...?

Rabu, 11 Feb 2026 10:00 WIB

Rabu, 11 Feb 2026 10:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebelumnya PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam Residence mengklaim telah mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)…

Permainan Jalur Merah di BC, Getarkan Menteri UMKM

Permainan Jalur Merah di BC, Getarkan Menteri UMKM

Selasa, 10 Feb 2026 20:09 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:09 WIB

KPK Telisik Importir yang Gunakan Jasa Kargo PT Blueray untuk Loloskan Barang KW, Palsu hingga Ilegal     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga Selasa (10/2), K…

Bikin Proyek Fiktif, Bos PT Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim

Bikin Proyek Fiktif, Bos PT Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim

Selasa, 10 Feb 2026 20:05 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Dana Syariah dua tersangka terkait kasus dugaan fraud PT Dana Syariah Indonesia (DSI).…

Bahan Alam Dicampur Kimia Ditemukan BPOM

Bahan Alam Dicampur Kimia Ditemukan BPOM

Selasa, 10 Feb 2026 20:01 WIB

Selasa, 10 Feb 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - 41 Obat bahan alam (OBA) dicampur bahan kimia obat (BKO) ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang November hingga…