PPKM Berkepanjangan, Aktivitas Kapal Laut Terus Menurun Drastis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penumpang saat antri membeli tiket kapal laut. SP/Semmy Mantolas
Penumpang saat antri membeli tiket kapal laut. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat hingga 30 Agustus berdampak pada menurunnya aktivitas kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Data yang dikumpulkan Surabaya Pagi sebelum penerapan PPKM diberlakukan, satu kapal laut milik Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) hanya mengangkut penumpang dengan jumlah 100 hingga 150 penumpang. 

Padahal sebelum PPKM diberlakukan, kendati masih pandemi covid-19, jumlah penumpang yang diangkut adalah sebanyak 350 hingga 450 penumpang. Bahkan di hari Sabtu dan Minggu jumlah penumpang bisa mencapai angka 500 orang. 

"Sekarang turun drastis mas, ke Kumai yang biasanya 400 orang sekarang 100 orang. Yang dari Sumba, NTT bahkan hanya 90," kata Kepala Urusan Pelayanan Penumpang dan Barang Kapal Penumpang dan Perintis, Mohammad Sholeh, Rabu (25/08/2021). 

Tak hanya itu, jumlah kapal milik Pelni yang beroperasi di Surabaya pun kini berkurang. Sebelumnya, sekitar 15 unit kapal yang beroperasi keluar masuk Surabaya. Kini bahkan tak lebih dari 10 kapal yang beroperasi. 

Di sisi lain, para agen tiket kapal laut pun ikut berkomentar dengan adanya penurunan penumpang. Andi Sukiman salah satu agen tiket kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak mengaku, selama PPKM diterapkan, penjualan tiketnya bahkan sepi selama 2 minggu. 

Musabab tidak terjualnya tiket tersebut kata Andi, bukan karena tidak adanya penumpang melainkan akibat aturan yang mewajibkan para penumpang kapal laut menunjukan bukti surat telah divaksinasi minimal dosis pertama. 

"Ini tadi ada yang mau berangkat ke Lombok, saya jelaskan syarat-syaratnya akhirnya gak jadi beli tiket. Karena percuma beli tiket orangnya gak berangkat. Belum divaksin," kata Andi kepada Surabaya Pagi

Sebagai informasi, aturan terkait bukti vaksinasi sebagai syarat perjalanan penumpang kapal laut, mengacu pada Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021 serta SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2021.

Menurut Andi, aturan tersebut baik apabila seluruh masyarakat telah divaksin. Namun bila persebaran vaksinasi belum merata dan masih banyak yang enggan divaksin maka aturan tersebut justru berdampak pada mata pencaharian masyarakat khususnya para agen tiket seperti dirinya. 

Ditambah lagi, vaksinasi tidak dapat menjamin apakah seseorang akan terhindar dari virus covid-19.

"Divaksin tapi kalau gak pake masker, ya sama saja mas. Yang benar itu cukup prokes, bukti pcr atau antigen. Ini kalau ada tambahan bukti vaksin, kita tunggu sampe kapan, tunggu sampai kita gulung tikar," tegasnya

"Lebih bagus aturan yang sebelumnya, cukup pcr atau antigen, yang penting negatif, orang sudah bisa berangkat. Penumpang bisa jalan, kami pun bisa makan. Kan begitu, itu baru pemimpin yang solutif," pungkasnya lagi. sem

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…