Unik, Pindahkan Makam Secara Massal Tiap Tahun, Begini Alasannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga bergotong royong melakukan pemindahan 5 jenazah di makam umum Dusun setempat. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Warga bergotong royong melakukan pemindahan 5 jenazah di makam umum Dusun setempat. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Ada pemandangan unik yang dilakukan warga Dusun Kudu, Desa Weduni Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kampung  yang dikepung lahan tambak itu punya rutinitas setiap tahunya, yakni memindahkan makam secara massal dari tempat penampungan sementara, ke makam umum desa setempat.

Pemindahan makam massal ini seperti disampaikan oleh Nasim Hadi Prayitno, kepala Dusun setempat ini dilakukan secara gotong royong dan sebagai aktivitas setiap tahun di musim kemarau, disaat kondisi makam umum sudah tidak lagi kebanjiran. 

Pemindahan mayat ini lanjut Nasim panggilan akrab Kasun setempat, dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab warga untuk memakamkan secara layak warga yang meninggal seperti pada umumnya, ke tempat yang telah disediakan yakni makam umum.

"Kalau ada warga yang meninggal saat kondisi kebanjiran, mayat sementara dimakamkan di tempat penampungan sementara sampai menunggu kondisi makam umum tidak lagi kebanjiran," ungkapnya.

Dalam kegiatan kali ini tambah Nasim, ada 5 jenazah yang dipindah makamkan, terdiri dari 4 jenazah dalam satu liang lahat yang besar, dan 1 jenazah yang dimakamkan sendiri. "Kegiatan ini memang murni swadaya dari warga sendiri. Hal ini biasa kami lakukan setiap kali kawasan makam tergenang air. Biasanya bulan Desember hingga Mei, kawasan makam kerap digenangi air," ujarnya.

Disebutkannya dari 5 jenazah yang dipindahkan tersebut, di antaranya ada yang sudah meninggal sekitar 3 sampai 5 bulan lalu. Diketahui, tiap jenazah yang akan dimakamkan secara sementara di tempat yang disebut penampungan, masing-masing telah dimasukkan ke peti mayat yang dibuat sendiri oleh warga setempat.

"Sebenarnya tempat penampungan bagi jenazah yang dimakamkan sementara itu kapasitasnya hanya untuk 3 jenazah saja. Namun, saat yang meninggal lebih dari 3 dan lokasi makam masih tergenang, maka terpaksa harus ditempatkan di situ juga," terang Nasim.

Tak hanya itu, Nasim menambahkan, pada tahun 2011 silam, ada 9 warga dusun yang meninggal dan dimakamkan sementara di tempat penampungan. "Saat tahun 2011, banjir pernah menggenangi kawasan makam dengan waktu yang cukup lama. Saat itu ada 9 jenazah sekaligus yang ditempatkan di penampungan ini,  petinya ditata berdekatan dan harus ditumpuk, lalu diberi pasir," sambungnya.

 

Saat ini, Nasim beserta Warga Dusun setempat tak henti-hentinya mengharapkan akan ada bantuan dari pihak pemerintah agar segera ada pelebaran jalan menuju makam dan pengurugan tanah di kawasan makam. Sehingga ke depan warga yang meninggal bisa langsung dikebumikan meski sedang musim hujan.

"Idealnya memang makam harus ada urug dan ditinggikan dari permukaan tambak, sehingga ketika musim banjir makam tidak sampai kebanjiran, pemerintah daerah harus ikut memikirkan ini, karena urusan ini cukup penting, untuk dicarikan jalan keluar, agar pemindahan makam seperti saat ini tidak terjadi lagi," harapnya.

Sementara itu, Ahmad Kunain selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) / Modin Desa Weduni menyampaikan, bahwa setiap ada pemindahan jenazah di dusun setempat, para keluarga dan warga juga secara bersama kembali melakukan pembacaan tahlil dan doa.

Pada kesempatan ini, Kunain juga mengatakan, bahwa pemindahan makam ini dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. "Semua dilakukan sukarela dengan gotong royong, tidak dipungut biaya. Setelah diumumkan, warga berduyun-duyun menuju makam. Pihak keluarga hanya menyiapkan makam dan jajanan bagi para warga yang membantu," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan mantan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka …

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…