surabayapagi.com-jakarta- Alasan pemerintah Jokowi masih belum memberikan izin produksi vaksin nusantara diusik Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono .
“Vaksin nusantara karyanya orang Jawa belum diberikan izin produksi karena terganjal rente dan fee besar dari importir vaksin,” kata Arief Poyuono, Minggu (5/9/2021).
Puyuono menjelaskan, izin vaksin nusantara terganjal, diduga karena ada iming-iming keuntungan besar dari pabrik vaksin di luar negeri.
Menurut Arief, iming-iming itu dijanjikan kepada oligarki Indonesia yang menguasai pemerintahan Indonesia.
“Kayaknya Kangmas Jokowi tidak berdaya dibandingkan untuk izin bangun infrastruktur infrastruktur mengunakan utang-utang,” suda anak buah Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu.
Dia pun mengaku sedih dengan posisi Jokowi yang dinilai tidak bisa meloloskan izin produksi vaksin nusantara.
“Sungguh sedih saya kangmas tidak bertindak cepat merealisasikan produksi vaksin nusantara yang bisa diproduksi oleh bangsa sendiri,” bebernya.
Menurut dia, oligarki vaksin dan importir vaksin saat ini memegang kendali kebijakaan untuk memasukkan vaksin impor.
Arief Poyuono menjelaskan, kendali ini mulai pembiayaan impor melalui BUMN, kemudian dijual kembali ke negara yang akan membeli vaksin impor.
Dia menambahkan, vaksin impor dibeli mengunakan APBN. Menurut dia, dana pembelian vaksin impor dari hasil jual surat utang negara.
“Puluhan triliun fee dan rente dari praktik mafia impor vaksin. Waduh gawat, ya,” tambah Arief.
Siapa Suka Vaksin Nusantara
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena menuding saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bermain politik dalam polemik Vaksin Nusantara.
Melki mengaku mencium ada gerakan penggalangan dukungan kepada BPOM dari para tokoh terkait polemik yang sedang terjadi.
Hal itu disampaikan Melki dalam sebuah diskusi daring bertema 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021).
"Sekarang yang main-main politik itu Badan POM. Kita tahu siapa-siapa yang mengerahkan sekarang memakai nara hubung tertentu mengumpulkan tokoh seolah-olah nanti mendukung Badan POM seolah-olah mereka didzolimi. Ini kan nggak bener ini," kata Melki. n jk, erc,07
Editor :
Lordna Putri
Berita Terbaru
Rabu, 16 Sep 2026 16:56 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 16:56 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian jajaran Kodam V/Brawijaya. Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan prajurit menjadi s…
Rabu, 16 Sep 2026 16:53 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 16:53 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto — Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V (Kodaeral V) Laksamana Muda TNI Ali Triswanto melakukan peninjauan lapangan ke lokasi T…
Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB
SURABAYAPAGI.com, Madiun – Mulai 1 September 2026, petani di Kabupaten Madiun tak lagi bisa menebus pupuk bersubsidi kapan saja sesuai jatah di elektronik Ren…
Rabu, 16 Sep 2026 16:14 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 16:14 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sukses melaksanakan panen raya padi pada Musim Tanam (MT) II dengan produktivitas mencapai 11,3 ton per hektare dan harga gabah…
Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jumlah penduduk Surabaya dalam pembaruan terbaru berada di kisaran 3 juta jiwa. Guna memastikan kestabilan data tersebut sebagai…
Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB
Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Petani tembakau di Lamongan bisa tersenyum lebar. Saat panen raya kali ini harga jual tembakau cukup tinggi mencapai Rp 50 ribu…