Panen Melimpah, Petani Sumringah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Panen Bersama Program Makmur yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi bersama dengan Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Panen Bersama Program Makmur yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi bersama dengan Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Para petani di Banyuwangi dapat tersenyum setelah panen padinya melimpah melalui program Makmur. Melimpahnya panen padi tersebut membuat mereka puas dengan program yang digulirkan pemerintah pusat untuk para petani masa kini.

Hal ini terungkap dalam acara Panen Bersama Program Makmur yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi bersama dengan Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Ponidi, salah satu petani Desa Karangsari mengatakan sebelum bergabung dalam program Makmur, tingkat produktivitas produk pertanian yang digarapnya hanya sebesar 5 ton per hektare. Setelah bergabung, dirinya berhasil mencatatkan panen komoditas padi sekitar 9 ton per hektare.

Selain itu, dia menceritakan bahwa program Makmur memberikan banyak manfaat mulai dari yang berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani.

"Dengan adanya program makmur, menjadi kebanggaan kami dari petani Kelompok Tani SriTanjung, khususnya pada Desa Karang Sari. Intinya untuk program Makmur, kami dari petani sangat terbantu," kata Ponidi, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mengaku puas dengan program Makmur yang gulirkan pemerintah pusat. Sebab hal ini bisa melipatgandakan panen padi dan meningkatkan perekonomian petani.

"Hasilnya sangat luar biasa. Kami patut bangga dengan program ini," tambahnya.

Adapun luas tanam yang masuk dalam program Makmur di Kabupaten Banyuwangi ini tercatat seluas 175 hektare yang tersebar ke beberapa desa dan kecamatan. Dengan rincian Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat seluas 10 hektare. Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi seluas 20 hektare. Kecamatan Blimbingsari seluas 20 hektare. Kecamatan Muncar seluas 25 hektare, dan Desa Karangsari, Kecamatan Sempu seluas 100 hektare.

SEVP Operasi Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan produktivitas petani padi di Banyuwangi mengalami peningkatan usai bergabung dalam program Makmur Pupuk Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, produktivitas pada program Makmur meningkat 34 persen sampai 42 persen secara nasional, khususnya pada petani padi dan jagung.

"Program Makmur terbukti mampu meningkatkan produktivitas. Peningkatan produktivitas petani padi ini terjadi pada masa tanam pertama. Angka panen sebelum bergabung dalam program Makmur tercatat sebesar 5 ton per hektare menjadi 9 ton per hektare. Dampaknya petani mendapatkan uang Rp 24 juta per hektar, dibanding sebelumnya hanya Rp 10 juta," tambahnya.

Program Makmur, dikatakan Gatoet, terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Tidak hanya itu, disiapkan juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

"Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker, atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta," kata Gatoet. 

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…