Pemkot Kediri Bantu Deteksi NIK Warga Binaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri saat mengecek tekanan darah salah satu peserta vaksinasi dari warga binaan Lapas Kelas IIA Kediri.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri saat mengecek tekanan darah salah satu peserta vaksinasi dari warga binaan Lapas Kelas IIA Kediri.

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Vaksinasi terhadap warga binaan tengah gencar dilakukan. Namun demikian, tak semua warga binaan dapat mendapatkan vaksin karena beberapa kendala. Salah satunya data nomor induk kependudukan (NIK) yang menjadi salah satu syarat wajib dalam mendapatkan vaksin.

Untuk itu,  Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan validasi data diri warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan bahwa Pemkot Kediri terus mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak terkait kelengkapan administrasi terutama pada warga yang berdomisili di Kota Kediri.

"Pendataan ini harus dilakukan, karena pada saat ini banyak kebijakan dan akses umum yang membutuhkan adanya kelengkapan administrasi, seperti contoh adanya NIK. Sehingga diharapkan dengan adanya sinergi ini, warga yang berada di Kota Kediri tetap terjamin mendapat akses yang sama," ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, Sabtu (11/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri Syamsul Bahri mengatakan, saat ini pihaknya sedang melacak data 71 warga binaan. Hasilnya, sudah 66 data NIK warga binaan yang telah ditemukan. Data tersebut didapat dari hasil pencarian di database SIAK secara satu per satu.

"Dari data NIK 66 orang tersebut, ada 61 orang yang datanya aktif, sudah update di database dan sudah rekam KTP elektronik. Sedangkan data NIK 5 orang lainnya nonaktif karena belum update atau belum rekam KTP elektronik. Lalu sisanya, ada 5 orang yang sampai saat ini datanya masih kami telusuri," ujar Syamsul.

Selanjutnya, dispendukcapil akan melakukan konsolidasi data nasional untuk data 5 orang warga binaan yang belum ditemukan, karena dimungkinkan data tersebut dari kota atau kabupaten lain.

Menurut Syamsul, kendala dalam pelacakan data tersebut dikarenakan data yang diberikan warga binaan kurang lengkap. Hal ini menyebabkan beberapa proses membutuhkan waktu lebih.

"Beberapa data tertulis hanya nama A bin B tidak disertai tempat tanggal lahir, alamat, dan lain sebagainya. Lalu berkaitan dengan ejaan juga kami sangat hati-hati dan mengecek satu per satu jika tidak ditemukan. Penulisan nama beda 1 huruf itu dicari seminggu juga gak ketemu," ujar Syamsul.

Nantinya, jika setelah hasil konsolidasi data tetap tidak ditemukan, maka dispendukcapil akan membantu menerbitkan NIK dan melakukan rekam biometrik di lapas.

"Ini masih kami koordinasikan dengan pihak lapas mengenai jadwal, karena warga binaan tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor dispendukcapil serta perekaman tidak dapat dikirim foto saja karena ada proses pindai iris mata dan sidik jari," tutup Syamsul. 

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…