KPKNL Jember Digeruduk Massa, Minta Lelang Diulang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) bersama organisasi masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI) menggeruduk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember.
Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) bersama organisasi masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI) menggeruduk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember digeruduk sejumlah massa pada Senin (11/10).

Massa yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) bersama organisasi masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI) menuntut pihak KPKNL agar meninjau ulang soal lelang pabrik kertas milik PT Kertas Leces. 

Pasalnya, dalam proses lelang yang dilakukan oleh PT kertas milik BUMN itu diduga ada kejanggalan, salah satu indikasinya adalah curator dan pihak panitia lelang tidak hadir di waktu aanwijzing, Rabu (6/10).

“Saya bersama kawan-kawan asosiasi APELLTI menanyakan tentang proses lelang pada pabrik kertas di Leces, kami menduga proses lelang tersebut ada rekayasa,” kata koordinator lapangan aksi, Didik Muadi.

“Saat itu (6 Oktober 2021) kami hadir tepat waktu, akan tetapi pada saat itu para pihak yang berkompeten khususnya curator dan pihak panitia lelang tidak hadir di waktu aanwijzing tersebut, sehingga pembicaraan menjadi liar,” paparnya menambahkan.

Menurut dia, ketidakhadiran para pihak yang berkompeten menimbulkan kejanggalan. Alhasil,  rekan-rekanya tidak dapat memenuhi ketentuan lelang.

“Tanda tanya dan informasi menjadi tidak menentu. Akibatnya H. Holik, M.Toha Habibi dan kawan kawan belum dapat menyerahkan jaminan sebagaimana ketentuan lelang,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan dari asosiasi, Ahmad. Menurut dia, proses lelang Pabrik Kertas PT Kertas Leces tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya, karena ada rekayasa dalam mekanisme pelaksanaan lelang.

“Adanya informasi lelang tunggal ini kan tidak fair,“ kata Ahmad.

Ia mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksakan pada tanggal 8 Oktober lalu ditunda, atau dilaksanakan ulang.

“Biar tidak ada dusta di antara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,“ ucap Ahmad.

Para peserta atau calon peserta lelang PT. Kertas Leces Probolinggo, kata Ahmad, adalah sebagian anggota APELLTI. Ia menilai, aanwijzing tanggal 6 Oktober itu tidak ada, baik dari kantor lelang maupun curator. 

“Itu kesalahan, ini pasti dimainkan atau permainan, kalau perlu jangan dilunasi dulu supaya persoalan ini clear,“ tegasnya.

Ahmad juga memaparkan soal proyek yang akan dilelang, yakni Curator PT Kertas Leces antara lain 1 paket asset mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, bangunan bersatu mesin dan alat milik PT Kertas Leces Rp225 miliar.

"Cara penawaran Closet Bidding, jaminan Rp112,5 miliar, batas akhir jaminan tanggal 7 Oktober 2021, batas akhir penawaran 8 Oktober 2021 jam 13.00 WIB. Penyelenggara KPKNL Jember, kode Lot Lelang P70FPH,” paparnya.

Sementara itu, Kepala KPKNL Jember, Lukman, saat menemui peserta aksi menyampaikan bahwa proses lelang yang dilakukan oleh pabrik kertas itu sudah sesuai dengan prosedur. 

“Sudah selesai kemarin dan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada, prosesnya dilakukan secara online,” kata Lukman.

“Sudah selesai sudah laku, terjual aset-aset berupa mesin eks pabrik leces probolinggo,” ucap Lukman menambahkan.

Pihaknya juga membantah terkait tudingan adanya dugaan bahwa proses lelang yang dilakukan di luar prosedur. Menurut Lukman, hal tesebut sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. 

“Berita itu tidak benar, jadi proses lelangnya sudah dilaksanakan dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Saat ditanya soal pemenang lelang oleh awak media, pihaknya tidak berani memberikan keterangan. Namun, ia menegaskan bahwa pemenang sudah ditunjuk secara sah, selain itu ia menjelaskan jika peserta lelang hanya ada satu peserta. 

“Saya tidak bisa memberikan informasi tentang itu (pemenang) ya. Untuk peserta lelangnya ada satu, hanya satu peserta,” kata Lukman. 

Berita Terbaru

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…