Inkubasi Wirausaha Jamu Tradisional Segera Rilis Tablet Effervescent

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Fibriyanti saat melakukan kurasi produk jamu tradisional.SP/Dwy Agus S
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Fibriyanti saat melakukan kurasi produk jamu tradisional.SP/Dwy Agus S

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pelatihan Inkubasi Wirausaha Jamu di Kota Mojokerto mulai menunjukkan hasil. Puluhan peserta inkubasi sudah handal membuat jamu tradisional berbagai bentuk dan rasa. 

Bahkan bulan November nanti, peserta inkubasi binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto ini akan membuat jamu tradisional berbentuk Tablet Effervescent yakni tablet yang larut sendiri dalam air.

Kepala Bidang Perindustrian  Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Fibriyanti mengatakan ada 10 kelompok inkubasi produk minuman jamu yang masih bertahan. 

"Setiap kelompok terdiri dari 10 peserta, selain kita bekali ilmu pembuatan jamu, mereka juga kita beri bantuan perlengkapan untuk memproduksi jamu," ujarnya, Kamis (28/10/2021).

Yanti menyebut, setiap kelompok juga diberi tenaga pendamping selama 6 bulan. Dan tenaga pendamping ini diambilkan dari UMKM yang sudah expert dan usahanya mapan. Sehingga mereka bisa memberi motivasi terkait  bagaimana membangun usaha tersebut. 

"Dan mereka juga menyokong pemasarannya, karena mereka sudah punya nama dan pangsa pasar tetap," tukasnya.

Terpisah, Maria Ulfa, salah satu tenaga pendamping inkubasi wirausaha jamu tradisional mengatakan saat ini peserta inkubasi sudah masuk tahapan kurasi. Jadi minuman yang dihasilkan tersebut sudah dikemas dengan baik untuk di tes uji rasa, bentuk dan warnanya.

"Ada berbagai bentuk jamu tradisional yang dihasilkan, baik jamu cair, sirup jamu, serbuk dan rencananya bulan November nanti membuat tablet jamu yang bisa larut sendiri saat dimasukkan dalam air," tegasnya.

Untuk jamu siap minum yang diproduksi ada 12 macam. Yakni jamu berss kencur, temulawak jeni, jahe merah secang, jahe merah sereh, jamu corona, jahe merah lemon tea, kunir wuluh, kunir asem, kunir luntas, kunci suruh, wedang uwuh dan wedang pokak.

"Untuk yang bentuk sirup dan serbuk jamu ada 6 macam. Yakni jahe merah, temulawak, kunir asem, beras kencur dan kunci suruh," terangnya.

Ia juga menyebut, produk jamu tradisional saat ini lagi laku di pasaran. Masyarakat percaya jika jamu-jamu ini bisa menangkal virus COVID-19 secara alami dan aman.

"Yang jamu siap minum sudah kita kemas di botol ukuran 500 mililiter. Saat kita promokan, sudah banyak yang antri order beli," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…