Saran Wakil Ketua DPRD Jatim, KPU Transparankan Ajuan Dana Rp 1,9 T Pilgub

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anwar Sadad (kiri) dan Miftahur Rozaq (kanan)
Anwar Sadad (kiri) dan Miftahur Rozaq (kanan)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad Minta KPU transparan beberkan dana ajuan Pilgub 2024 sebesar Rp 1,9 triliun.

“Sudah sewajarnya KPU membicarakan indikator kebutuhan dalam penyelanggaraan pemilu bersama DPRD. Bukan membicarakan dana di depan. Pada dasarnya, pemilu berkualitas itu bukan kebutuhan KPU saja, itu merupakan kebutuhan kita bersama, semua rakyat Jawa Timur. Kalau begini, muncul kebutuhan dana sebelum ada pembicaraan dengan DPRD, kesannya kan seperti fait accompli," tandas Anwar Sadad di Surabaya, Jumat (29/10/2021).

Politisi Partai Gerindra ini angkat bicara soal anggaran Rp 1,9 triliun yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024. Anggaran hampir Rp 2 triliun yang diajukan KPU Jatim itu naik dua kali lipat dibanding anggaran Pilgub 2018.

Sadad meminta agar rincian anggaran itu bisa dibuka secara transparan ke publik, mengingat kepentingan pemilu adalah kepentingan bersama. "Demokrasi diwujudkan melalui pemilu. Akan tetapi karena pemilu kebutuhan kita bersama, harus dibuka ruang publik agar semua pihak terlibat menyampaikan pikiran-pikiran. Baru kemudian dihitung kebutuhan dananya," tegas Sadad.

 

Tak bisa Waktu Singkat

"Saya tidak mempersoalkan besarnya anggarannya. Demokrasi memang mahal. Demokrasi yang berkualitas adalah pijakan yang kokoh untuk menciptakan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Sadad menambahkan, anggaran pilgub tidak bisa ditentukan dalam waktu singkat, melainkan harus multi years. Untuk itu KPU wajib menyampaikan desain dalam pemilu mendatang, agar bisa diukur besaran kebutuhannya.

"Anggaran bisa kita ketahui berapa kebutuhannya jika sudah diketahui design pemilu. Konsepnya kan begitu, money follow function. Dalam bahasa lain value for money," tegas Ketua Gerindra Jawa Timur itu.

Sehingga, lanjut Sadad, perlu adanya dana cadangan. Dan dasar hukumnya bisa melalui Peraturan Daerah (Perda).

"Oleh karena itu harus dibentuk dana cadangan. Dasar hukum pembentukan dana cadangan adalah Peraturan Daerah. Nah, berapa target pembentukan dana cadangan seharusnya diperhitungkan sejak awal, sehingga bisa dialokasikan besarannya di setiap tahun anggaran," jelas Sadad.

 

Butuh Dana Besar

Diberitakan sebelumnya, Gelaran pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2024 ternyata membutuhkan dana yang sangat besar. Nilainya mencapai dua kali lipat dari Pilgub tahun 2018 lalu saat belum ada pandemic Covid-19.

Berdasarkan data pengajuan anggaran yang dikirimkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum lama ini, tercatat kebutuhan Pilgub Jatim 2024 sebesar Rp 1.982.784.821.288.

Hal tersebut dibenarkan Miftahur Rozaq, Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jatim. Bahwa tingginya kebutuhan dana Pilgub Jatim 2024 ini disebabkan banyak hal. “Anggaran yang kita ajukan totalnya Rp1,9 Triliun, itu untuk kebutuhan KPU saja dan saat ini masih ditelaah lebih lanjut oleh tim anggaran Pemprov Jatim,” jelas Rozaq, saat ditemui di Kantor KPU Jatim, Selasa (26/10/2021).

Mantan Komisioner KPU Sampang ini menjelaskan, kenaikan biaya terbanyak ada pada honor petugas adhoc yang cukup besar. Dimana jumlah petugas Adhoc untuk seluruh Jawa Timur terdiri dari tingkat PPK sebanyak 666 orang, PPS sebanyak 8.497 orang. Kemudian PPDP = 71.430, Lalu petugas KPPS sebanyak 9 dikalikan 71.430 TPS. Tentunya nominal honor mengacu pada standar satuan APBN dalam hal ini surat edaran kementerian Keuangan. “Jadi untuk honor-honor petugas Ini membutuhkan hampir 50�ri total biaya yang kami ajukan atau lebih sekitar Rp 1 Triliun sendiri,” ujarnya.

Selain itu, skenario anggaran Pilgub 2024 ini, menurut  Rozaq mengacu tatkala situasi nanti masih dalam masa pandemi covid-19. Sehingga KPU pasti menyertakan beberapa kebutuhan perlengkapan kesehatan seperti Alat Pelindung Diri, masker, hand sanitizer dan sebagainya. Jumlah TPS sendiri, mengacu pada aturan pemilu di masa pandemic COvid. Yakni di setiap TPS maksimal menampung 500 pemilih saja. Kalau situasi normal, bisa menampung 800 pemilih. Otomatis ketentuan ini berakibat menambah jumlah TPS menjadi 71.430 di 38 kabupaten/kota se Jawa Timur. “Jadi ketika menambah jumlah TPS maka berimplikasi pada biaya logistiknya, honor petugas dan sebagainya. Jadi jelas sekali pandemi ini berdampak juga pada anggaran,” papar Rozaq.

Komponen biaya yang besar ini digunakan dengan estimasi jumlah pemilih mencapai 32.134.328 orang. Kemudian kandidat yang akan berlaga ada 6 pasangan calon. Terdiri dari 4 Paslon dari Partai Politik dan 2 Paslon dari Jalur Independen. Sehingga ada biaya logistik pemilu serta alat peraga kampanye dan sosialisasi yang menjadi kewajiban penyelenggara.

Selain itu, alokasi anggaran ini juga untuk mengakomodir beberapa ketentuan semenjak tahun 2019 terkait santunan kepada penyelenggara adhoc ketika ada kecelakaan sampai meninggal dunia.n rko

Berita Terbaru

Disporabudpar Nganjuk Upayakan Wayang Timplong Masuk WBTB Nasional

Disporabudpar Nganjuk Upayakan Wayang Timplong Masuk WBTB Nasional

Senin, 18 Mei 2026 12:06 WIB

Senin, 18 Mei 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) telah berkomitmen…

Pasca Surabaya Vaganza 2026, DLH Sudah Perbaiki 10 Taman yang Rusak

Pasca Surabaya Vaganza 2026, DLH Sudah Perbaiki 10 Taman yang Rusak

Senin, 18 Mei 2026 11:43 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti laporan terkait kerusakan pada sejumlah taman di Kota Surabaya pasca gelaran Surabaya Vaganza 2026 lewat video…

Momentum Libur Panjang, Kebun Binatang Surabaya Dipadati Pengunjung

Momentum Libur Panjang, Kebun Binatang Surabaya Dipadati Pengunjung

Senin, 18 Mei 2026 11:33 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama momentum libur panjang (long weekend), destinasi wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) dipadati ribuan wisatawan selama…

Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

Senin, 18 Mei 2026 11:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Spot destinasi wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk banyak diserbu…

Fasilitasi Mobilitas Warga, Pembangunan Jembatan Bokwedi Ditarget Tuntas September 2026

Fasilitasi Mobilitas Warga, Pembangunan Jembatan Bokwedi Ditarget Tuntas September 2026

Senin, 18 Mei 2026 11:17 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dalam rangka mempermudah dan mendorong mobilitas warga setempat, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan proyek…

Terus Membaik, Pemkab Catat Capaian Positif IKG di Situbondo yang Dekati Angka Nol

Terus Membaik, Pemkab Catat Capaian Positif IKG di Situbondo yang Dekati Angka Nol

Senin, 18 Mei 2026 11:07 WIB

Senin, 18 Mei 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Berdasarkan data Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatatkan capaian positif yakni 0,390 yang…